Loading
Loading...
Menu BINUS

Membangun Jembatan Empati Digital: Kisah di Balik Pelatihan UI/UX Figma untuk Komunitas TFI

Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, seringkali kita lupa bahwa di balik layar aplikasi yang kita gunakan ada manusia yang mencoba memahami setiap klik dan navigasi. Inilah yang mendasari tim dosen BINUS University Rini Wongso S.Kom., M.TI. dan Andy Effendi, S.Kom., MMSI, untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “UI/UX Design with Figma: Usability & User Testing”. Pada 6 Desember 2025, melalui layar Zoom Meeting, sebanyak 25 peserta dari Komunitas Learning Online TFI berkumpul dengan satu visi yang sama ingin menciptakan desain yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga tulus melayani kebutuhan penggunanya.

Perjalanan edukatif ini dimulai dengan menggali makna terdalam dari Usability. Para pengajar menekankan bahwa desain terbaik bukanlah yang paling estetik melainkan yang paling memudahkan. Melalui pendekatan Human Centered Design peserta diajak memahami bahwa setiap elemen mulai dari visibilitas hingga konsistensi haruslah berpihak pada kenyamanan manusia sebagai pengguna utama. Suasana menjadi lebih emosional ketika peserta menyadari bahwa desain yang buruk bukan sekadar masalah teknis melainkan hambatan bagi seseorang untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuannya dengan efisien.

Tidak berhenti pada teori pelatihan ini membawa peserta menyelami dunia Figma untuk mempraktikkan langsung bagaimana membangun prototipe yang intuitif. Salah satu momen krusial dalam kegiatan ini adalah sesi User Testing menggunakan metode System Usability Scale SUS. Di sini peserta belajar untuk menurunkan ego sebagai desainer dan mulai mendengarkan suara jujur dari pengguna. Mereka menyadari bahwa bias desainer seringkali menutupi celah masalah yang hanya bisa ditemukan oleh pengguna nyata. Proses ini memberikan dampak emosional yang kuat di mana peserta merasakan kepuasan saat desain mereka benar benar bisa membantu orang lain tanpa kebingungan.

Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari antusiasme peserta yang mampu menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan riil pengguna. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa pendampingan intensif selama sesi pelatihan berhasil mengubah perspektif peserta tentang pentingnya aspek efektivitas efisiensi dan kepuasan dalam setiap karya digital. Bagi BINUS University kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan melainkan perwujudan misi untuk terus memberdayakan komunitas melalui teknologi yang memiliki sentuhan kemanusiaan memastikan tidak ada yang merasa terasing di tengah belantara digital.

Mari kita terus melangkah bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan ramah pengguna. Bagi Anda para akademisi mahasiswa atau pegiat komunitas yang ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana desain dapat mengubah kehidupan mari bergabung dan berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat kami selanjutnya. Kunjungi laman Community Empowerment BINUS University untuk informasi program lainnya dan mari bersama sama membangun dampak positif bagi bangsa.-

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Wer’e commetidot empouring a waist expertngdiance and tailored solutions.