Pernahkah Anda merasa lelah saat mencoba memahami tumpukan halaman buku yang berat, namun pikiran seolah menemui jalan buntu? Fenomena baca buku tapi gak paham paham bukan sekadar keluhan, melainkan hambatan nyata bagi banyak orang dalam menyerap ilmu pengetahuan. Berangkat dari kegelisahan tersebut, tim DKV Animasi dari School of Design BINUS University, yang dilaksanakan oleh Ahmad Faisal Choiril Anam Fathoni, hadir di tengah jamaah Masjid Baitussalaam, Jakarta Timur, untuk membawa angin segar dalam dunia literasi digital. Kami percaya bahwa setiap individu, tanpa memandang usia atau latar belakang, berhak mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap kualitas pendidikan yang lebih baik.
Tepat pada tanggal 16 Desember 2025, ruang digital Zoom Meeting berubah menjadi sebuah majelis ilmu yang hangat dan inspiratif. Seminar bertajuk Mempermudah Cara Belajar dengan NotebookLM ini diikuti oleh para jamaah yang antusias untuk menaklukkan batasan dalam belajar. Tidak lagi harus berkutat berjam jam dengan teks yang kompleks, para peserta diajak untuk bersahabat dengan teknologi Artificial Intelligence, AI. Melalui pendekatan yang memanusiakan teknologi, NotebookLM diperkenalkan bukan sebagai pengganti kecerdasan manusia, melainkan sebagai asisten cerdas yang mampu meringkas materi pendidikan dan keagamaan yang panjang menjadi poin poin esensial dalam hitungan menit.
Momen emosional terpancar ketika para peserta menyadari bahwa teknologi yang selama ini terasa asing dan rumit ternyata bisa menjadi jembatan untuk memperdalam pemahaman agama dan ilmu umum mereka secara efisien. Ada binar kelegaan dan motivasi baru saat mereka berhasil mempraktikkan cara kerja AI untuk menyederhanakan bahan bacaan yang tebal. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, ini adalah upaya BINUS University untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan tetap inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa digitalisasi adalah sarana untuk mempererat hubungan manusia dengan sumber ilmu, bukan justru menjauhkannya.
Secara profesional, inisiatif ini merupakan langkah konkret BINUS University dalam mendukung Sustainable Development Goals, SDGs, Goals 4, Quality Education. Dengan menyediakan pelatihan teknologi secara cuma cuma, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembelajaran sepanjang hayat, life long learning, bagi komunitas. Keberhasilan seminar ini tidak hanya diukur dari angka kehadiran, tetapi dari peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri para jamaah dalam menggunakan alat bantu modern untuk memperluas cakrawala berpikir mereka di era digital yang serba cepat ini.
Kisah di Masjid Baitussalaam ini hanyalah satu dari sekian banyak langkah nyata kami untuk memberdayakan nusantara melalui pendidikan dan teknologi. Kami mengundang Anda, para dosen, mahasiswa, dan seluruh masyarakat, untuk terus berkolaborasi dan menjadi bagian dari perubahan positif ini. Mari bersama sama kita bangun masyarakat yang literat, adaptif, dan berdaya. Temukan inspirasi pengabdian masyarakat lainnya dan mari berkontribusi bagi Indonesia yang lebih cerdas melalui laman Community Empowerment BINUS University sekarang juga.-

