Menempa Masa Depan Pendidikan: Membawa Kehangatan AI ke Ruang Kelas SD Muhammadiyah 48
Dunia pendidikan saat ini tengah berdiri di ambang transformasi digital yang masif, namun teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa sentuhan manusia yang tepat. Menyadari hal tersebut, BINUS University melalui dosen pakar dari School of Computer Science, Nadzla Andrita Intan Ghayatrie, S.Kom., M.Kom., melangkah untuk menjembatani kesenjangan teknologi di tingkat pendidikan dasar dengan melaksanakan sebuah program penyuluhan. Melalui program bertajuk AI Sahabat Baru Guru di Kelas BINUS hadir bukan sekadar membawa perangkat teknis melainkan membawa semangat pemberdayaan agar para pendidik mampu beradaptasi dengan zaman yang terus berubah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen BINUS dalam membina dan memberdayakan masyarakat memastikan bahwa inovasi global dapat dirasakan manfaatnya hingga ke ruang ruang kelas lokal.
Pada hari Jumat, 5 Desember 2025, suasana di SD Muhammadiyyah 48 Jakarta terasa berbeda dari biasanya. Sebanyak 12 orang guru berkumpul dengan antusiasme yang bercampur dengan rasa penasaran yang mendalam. Di balik senyum mereka tersimpan tantangan nyata sebuah kegelisahan akan kapabilitas alat AI yang kian berkembang pesat namun belum sepenuhnya dipahami cara penggunaannya secara aman dan efektif. Di sinilah peran BINUS menjadi krusial bukan untuk menggantikan peran guru dengan mesin melainkan memperkenalkan AI sebagai sahabat yang mampu meringankan beban administratif dan memperkaya metode pengajaran demi masa depan anak didik yang lebih cerah.
Proses pelatihan berlangsung secara hangat dan interaktif melalui metode penyuluhan yang mengalir dua arah. Nadzla Andrita membagikan wawasannya mengenai konsep dasar AI hingga praktik penggunaannya yang menjaga privasi data sebuah isu sensitif di era digital saat ini. Tidak hanya teori kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi para guru untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat membantu mereka memahami karakter siswa dengan lebih personal. Melihat binar mata para guru saat berhasil memahami potensi teknologi ini memberikan gambaran emosional yang kuat bahwa pemberdayaan manusia adalah kunci utama dari setiap inovasi teknologi.
Dampak dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta yang kini memiliki perspektif baru terhadap teknologi. Mereka tidak lagi melihat AI sebagai ancaman yang mengintimidasi melainkan sebagai alat bantu yang aman untuk mengikuti tren teknologi global. Keberhasilan sesi ini pun memicu harapan besar untuk keberlanjutan program termasuk rencana pelatihan lanjutan untuk pembuatan sistem penilaian guru terhadap siswa berbasis AI. BINUS University percaya bahwa dengan membekali guru guru kita dengan pengetahuan yang relevan kita sedang menanam benih perubahan yang akan dipanen oleh generasi mendatang melalui kualitas pendidikan yang lebih cerdas dan humanis.
Perjalanan untuk memberdayakan masyarakat tidak berhenti di satu sekolah saja. Masih banyak ruang kelas lain yang menanti untuk disentuh oleh inovasi dan semangat kolaborasi. Kami mengundang Anda baik dosen maupun mahasiswa untuk terus menjadi bagian dari gerakan positif ini dalam berbagai program pengabdian masyarakat BINUS University selanjutnya. Mari kita bersama sama menciptakan dampak nyata yang mengubah tantangan menjadi peluang bagi kemajuan bangsa. Apakah Anda siap untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi bagi sesama.-