Dunia digital bukan lagi sekadar masa depan, melainkan realitas yang kita hidupi hari ini. Namun, di balik setiap aplikasi yang kita gunakan, ada sebuah disiplin ilmu yang menentukan apakah teknologi tersebut membantu atau justru membingungkan manusia. Inilah yang mendasari semangat tim dosen dan mahasiswa dari BINUS University saat melangkah kaki menuju Victoria High School Bekasi pada 15 Desember 2025. Di sana, kami menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Basic of UX Design. Bukan sekadar teori, misi kami adalah membuka cakrawala baru bagi para siswa tentang betapa krusialnya peran empati dalam membangun sebuah solusi digital yang inklusif dan solutif.
Dilaksanakan oleh Emanuel Saptaputra bersama tim yang berdedikasi, suasana ruang kelas di Victoria High School seketika berubah menjadi laboratorium kreatif. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi diajak menyelami filosofi di balik User Experience, UX. Kami ingin mereka memahami bahwa desain bukan hanya soal estetika atau warna yang menarik, melainkan tentang bagaimana menciptakan interaksi yang bermakna, efektif, dan memuaskan bagi penggunanya. Melihat antusiasme di mata para remaja ini, ada harapan besar bahwa mereka kelak akan menjadi arsitek arsitek digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, user centered design.
Metode pengajaran dilakukan secara interaktif, di mana para siswa terlibat langsung dalam simulasi riset pengguna, pembuatan prototipe, hingga pengujian kegunaan. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa BINUS seperti Stasha Lam Raharja dan Celine Aretha Halim dari School of Design menciptakan jembatan komunikasi yang hangat dengan para siswa. Kami berbagi wawasan bahwa prinsip dasar seperti aksesibilitas dan konsistensi adalah kunci agar sebuah produk teknologi tidak meninggalkan siapa pun di belakang. Melalui bimbingan langsung ini, hambatan antara dunia akademis dan kebutuhan praktis di lapangan seolah luruh, digantikan oleh semangat belajar yang membara.
Dampak dari kegiatan ini jauh melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan. Dengan membekali generasi muda dengan keahlian UX, BINUS University berkomitmen mendukung target Sustainable Development Goals, SDGs, khususnya dalam hal Pendidikan Berkualitas, Quality Education, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pada kapasitas manusia. Saat para siswa mulai memahami bagaimana mengurangi frustrasi pengguna dan meningkatkan kepuasan melalui desain yang baik, mereka sebenarnya sedang belajar untuk menjadi lebih peka terhadap masalah sosial di sekitar mereka. Inilah esensi dari pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya, menanamkan benih inovasi yang berdampak nyata.
Perjalanan di Bekasi ini hanyalah satu dari sekian banyak langkah BINUS University untuk terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Kami percaya bahwa teknologi haruslah manusiawi, dan pendidikan adalah kunci utamanya. Melihat senyum puas para siswa saat berhasil memecahkan masalah desain memberikan kami pengingat kuat bahwa setiap upaya pengabdian memiliki nilai emosional yang tak ternilai harganya. Mari kita terus berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih ramah bagi semua orang.-

