Menghidupkan Imajinasi: Sentuhan Warna Tobias Warbung untuk Anak-Anak Rumah Belajar YSBM
Dunia anak anak adalah dunia yang penuh dengan imajinasi, namun bagi mereka yang tumbuh dalam keterbatasan di lingkungan rel kereta api Bandengan, kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas seringkali menjadi kemewahan yang tak terjangkau. Menyadari hal tersebut, BINUS University melalui semangat pemberdayaan masyarakat hadir untuk memberikan dukungan edukasi yang nyata. Pada tanggal 20 Desember 2025, Tobias Warbung, S.Sn, M.Ds., seorang pakar Desain Komunikasi Visual dari Binus, melangkah ke Rumah Belajar YSBM dengan melaksanakan sebuah misi sederhana namun mendalam, memberikan warna baru bagi masa depan anak anak di sana.
Kegiatan yang bertajuk Gambar dan Warna untuk Rumah Belajar YSBM ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan sebuah jembatan untuk memahami bahasa visual. Bertempat di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, suasana kelas yang sederhana mendadak berubah menjadi ruang kreatif yang hidup. Tobias membekali 14 peserta kecilnya dengan pengetahuan dasar mengenai ilustrasi karakter dan teori pemanfaatan warna. Fokus utamanya adalah membantu anak anak ini memahami bagaimana warna dapat menghidupkan sebuah karakter, sekaligus memberikan mereka rasa percaya diri melalui coretan tangan mereka sendiri.
Melalui metode pelatihan dan pendampingan yang intensif, Tobias mengajak anak anak untuk tidak takut dalam berekspresi. Proses belajar ini mengalir secara interaktif, mulai dari teknik mewarnai karakter hingga pemahaman tentang bagaimana elemen desain dapat menyampaikan sebuah cerita. Kehangatan terpancar saat anak anak mulai menggoreskan warna di atas kertas, mencoba mempraktikkan teori yang baru saja mereka terima. Bagi BINUS, momen seperti inilah yang menjadi inti dari pengabdian, ketika ilmu pengetahuan dari bangku kuliah menyentuh langsung aspek kemanusiaan dan memicu semangat belajar pada sesama.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta menjadi bukti nyata betapa haus mereka akan ilmu pengetahuan baru. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa materi dapat diselesaikan dengan sangat baik, di mana anak anak mampu mengaplikasikan teori warna ke dalam karakter mereka dengan penuh kegembiraan. Keberhasilan ini tidak berhenti di sini saja, melihat potensi yang ada, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut untuk memenuhi kebutuhan ilmu desain lainnya yang lebih mendalam di masa depan. Ini adalah langkah awal dari komitmen berkelanjutan untuk terus memberdayakan komunitas melalui kreativitas.
Kisah di Rumah Belajar YSBM ini mengingatkan kita bahwa setiap goresan warna memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Melalui dedikasi para dosen seperti Tobias Warbung, BINUS University terus berupaya merajut asa dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pendidikan dan seni adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali. Mari kita terus mendukung langkah langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi sesama.-