Mengubah Angka Menjadi Cerita: Menanamkan Literasi Data di Era Digital
Di tengah banjir informasi yang kita hadapi setiap hari, data sering kali hanya dianggap sebagai deretan angka dingin yang membingungkan. Namun, bagi Dr. Fathimah Al-Ma’shumah, S.Si., M.Si., seorang dosen dari School of Computer Science BINUS University, data adalah bahasa masa depan yang harus dipahami oleh semua orang agar tidak tersesat dalam ketidakpastian. Melalui semangat pemberdayaan beliau melaksanakan sebuah perjalanan edukatif bertajuk Data Literacy Membaca Menganalisis dan Mengambil Keputusan Berdasarkan Data. Kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu teknis melainkan sebuah upaya humanis untuk memberikan kompas bagi masyarakat dalam menavigasi dunia digital yang kian kompleks.
Pada Kamis malam, 4 Desember 2025, ruang virtual Zoom berubah menjadi panggung diskusi yang hangat dan penuh energi. Sebanyak 170 peserta dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari mahasiswa yang ambisius hingga praktisi profesional berkumpul dengan satu tujuan memahami apa yang ada di balik angka. Meskipun dilakukan secara daring kedekatan emosional tetap terasa ketika Dr. Fathimah membedah konsep dasar literasi data dengan cara yang sangat relevan dengan kehidupan sehari hari. Pertemuan ini membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi BINUS University untuk terus menyebarkan nyala edukasi yang berkualitas SDG 4 ke seluruh negeri.
Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka, di sinilah sisi kemanusiaan dari data benar benar muncul. Peserta dengan antusias melontarkan pertanyaan reflektif tentang bagaimana menghadapi bias informasi dan cara mengambil keputusan saat data yang tersedia terasa tidak lengkap. Pertanyaan pertanyaan seperti bagaimana kita memastikan tidak mengalami bentuk baru literasi data di era AI mencerminkan kekhawatiran sekaligus harapan besar masyarakat untuk tetap berdaya di hadapan teknologi. Dr. Fathimah menanggapi setiap keresahan tersebut dengan empati menekankan bahwa literasi data sejatinya adalah tentang kemampuan berpikir kritis yang berlandaskan pada tanggung jawab moral.
Keberhasilan webinar ini mencerminkan komitmen nyata BINUS University dalam mendukung Community Empowerment melalui aksi yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi masyarakat. Dengan membekali peserta keterampilan untuk menghindari kesalahan umum dalam analisis kegiatan ini telah menanamkan benih kepercayaan diri bagi banyak orang untuk lebih bijak dalam bertindak. Literasi data bukan lagi sekadar keahlian tambahan bagi para ilmuwan komputer melainkan fondasi esensial bagi setiap individu untuk berkontribusi secara cerdas di masyarakat. Melalui inisiatif seperti ini kita melihat bagaimana teknologi dan empati berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih terang.
Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang berbasis data di lingkungannya masing masing. Mari kita terus asah kemampuan berpikir kritis dan jangan pernah berhenti untuk belajar memahami dunia melalui perspektif yang lebih akurat. Apakah Anda siap untuk menjadi bagian dari gerakan literasi digital selanjutnya bersama kami, mari bergabung dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat BINUS University lainnya dan temukan cara Anda untuk memberikan dampak nyata bagi sesama.-