Loading
Loading...
Menu BINUS

Menjaga Fondasi Ekonomi: Menakar Masa Depan Perbankan Indonesia di Tahun 2026

Dunia keuangan seringkali terlihat seperti deretan angka yang dingin, namun di balik setiap transaksi, terdapat impian dan rasa aman masyarakat yang harus dijaga. Menyadari pentingnya stabilitas tersebut, BINUS University melalui Dr. Moch. Doddy Ariefianto, SE, MSE dari program Master Accounting, melaksanakan peran strategis dalam Focus Group Discussion FGD Ekonom bersama Lembaga Penjamin Simpanan LPS. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Desember 2025 di Hotel Ayana Mid Plaza Jakarta ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk membedah dinamika pasar keuangan dan risiko sektoral yang akan kita hadapi di masa depan.

Sebagai narasumber utama, Dr. Doddy membawa perspektif tajam mengenai tantangan perbankan menuju tahun 2026. Di tengah target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius sebesar 5,4%, beliau menyoroti munculnya risiko baru dari proyek proyek strategis pemerintah berskala besar mega projects yang membutuhkan pendanaan masif. Ada sebuah tanggung jawab moral yang besar di sini, bagaimana industri perbankan tetap bisa menjadi motor pertumbuhan tanpa mengabaikan prinsip kehati hatian prudent demi melindungi dana masyarakat yang dititipkan di sana.

Sisi kemanusiaan dalam era digital juga menjadi sorotan utama, khususnya terkait ancaman cyber risk yang kian nyata. Dr. Doddy mengungkapkan data yang cukup menggetarkan, di mana kerugian akibat penipuan digital di Indonesia diperkirakan mencapai Rp49 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kerja keras individu yang hilang dalam sekejap. Hal ini menjadi pengingat bagi otoritas dan perbankan bahwa edukasi serta perlindungan nasabah adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi dalam menjaga kepercayaan publik.

BINUS University percaya bahwa pemberdayaan masyarakat sejati dimulai dari kebijakan yang tepat sasaran. Melalui metode desktop study dan diskusi mendalam, keterlibatan akademisi dalam FGD ini bertujuan memberikan masukan konkret bagi LPS dan OJK dalam merumuskan langkah langkah mitigasi risiko ekonomi. Hasil pemikiran ini pun tidak berhenti di ruang rapat, melainkan dibawa kembali ke ruang kelas sebagai pengayaan materi kuliah Risk Management, memastikan mahasiswa kami belajar dari realitas industri yang paling mutakhir.

Perjalanan menuju stabilitas ekonomi yang inklusif adalah lari maraton, bukan sprint, dan kolaborasi antara akademisi serta lembaga negara adalah kuncinya. Dengan semangat fostering and empowering, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan ekonomi bangsa demi masa depan yang lebih cerah bagi kita semua.-

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Wer’e commetidot empouring a waist expertngdiance and tailored solutions.