Menjaga Warisan Lewat Lensa Digital: Langkah Nyata BINUS dalam Seminar NUNI

Dunia terus bergerak maju, namun akar budaya tidak boleh tertinggal di belakang. Di tengah hiruk pikuk modernisasi, BINUS University melalui semangat pemberdayaan komunitas kembali mengambil peran aktif dalam menjaga kekayaan tradisi melalui sentuhan teknologi. Melalui kegiatan NUNI Seminar Phase #9, BINUS menginisiasi dialog mendalam mengenai “Digitalisasi Budaya”. Langkah ini bukan sekadar diskusi teknis, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa identitas bangsa tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi mendatang di ruang digital yang tanpa batas.

Dilaksanakan oleh Mohammad Faisal Riftiarrasyid, S.Kom., M.Kom., seorang pengajar muda berbakat dari jurusan Teknik Informatika SOCS dengan keahlian di bidang Artificial Intelligence, seminar ini menjadi jembatan ilmu yang inspiratif. Pada tanggal 11 April 2025, ruang virtual berubah menjadi wadah kolaborasi yang hangat bagi para sivitas akademik dan mahasiswa. Sosok Faisal tidak hanya hadir sebagai moderator, tetapi juga sebagai fasilitator yang menghidupkan suasana, menghubungkan teori-teori kompleks tentang kecerdasan buatan dengan urgensi pelestarian budaya lokal agar lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk menyebarkan dampak positif. Mengapa digitalisasi ini begitu krusial, karena tantangan utama masyarakat saat ini adalah kurangnya pengenalan dasar dan penerapan teknologi dalam sektor sektor non formal, termasuk budaya. Melalui metode penyuluhan yang interaktif, peserta diajak untuk melihat bagaimana teknologi seperti Computer Science dapat menjadi alat yang ampuh untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan melindungi warisan leluhur dari kepunahan di era globalisasi.

Antusiasme luar biasa terpancar dari sekitar 100 peserta yang hadir, menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap budaya masih sangat kuat di hati para pemuda. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan yang tinggi karena materi yang disajikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan manfaat keilmuan baru yang nyata bagi mahasiswa. Ada haru sekaligus harapan yang muncul ketika para peserta menyadari bahwa keahlian coding atau AI yang mereka pelajari di kampus dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar pekerjaan, yaitu menjaga jiwa bangsa.

Perjalanan ini tentu tidak berhenti di sini. Keberhasilan seminar ini membuka pintu bagi rangkaian pelatihan yang lebih kompleks dan berkelanjutan untuk terus memperkuat literasi digital masyarakat. Kami percaya bahwa setiap baris kode yang ditulis dengan kepedulian dapat menjadi benteng pelindung bagi sejarah kita. Mari kita terus berkolaborasi dan bergerak bersama untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi Indonesia. Apakah Anda siap menjadi bagian dari transformasi digital budaya berikutnya bersama kami.-