Menenun Harapan di Kampus Anggrek: Saat Inovasi Lahir dari Kolaborasi Tulus

Pendidikan sejati tidak pernah berhenti di dalam ruang kelas atau berakhir saat bel berbunyi. Ia adalah sebuah percikan yang bermuara pada perubahan nyata di tengah masyarakat. Semangat inilah yang menyala di koridor Kampus Anggrek BINUS University saat kami menyambut perayaan International Day of Education 2026.  Mengusung tema Building an Innovative Society through Co Creation, BINUS Empowerment kembali menegaskan komitmennya bahwa inovasi bukan sekadar istilah teknis yang dingin, melainkan sebuah jembatan hangat yang menghubungkan potensi akademis dengan kebutuhan riil masyarakat binaan.

Melalui Seri Pelatihan untuk Komunitas Binaan yang diadakan hari Sabtu mulai 24 Januari 2026 kami menyaksikan sebuah simfoni kolaborasi yang luar biasa. Di bawah bimbingan para dosen dan keterlibatan aktif mahasiswa, para peserta diajak mendalami strategi baru dalam mengelola potensi diri dan kelompok. Dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, suasana belajar diciptakan sedemikian rupa agar tetap interaktif dan komunikatif, sebuah ruang aman di mana setiap ide dihargai dan setiap tantangan dihadapi bersama sebagai satu keluarga besar yang saling menguatkan.

foto-3.jpeg

Ada satu sisi emosional yang sering kali luput dari angka statistik keberhasilan, binar mata seorang penggerak UMKM atau senyum penuh percaya diri seseorang saat mereka menemukan solusi atas kendala yang selama ini menghambat kemajuan mereka. Inilah esensi dari human impact yang kami sasar. Mengapa kami memilih pendekatan co creation, karena BINUS percaya bahwa pemberdayaan yang paling berkelanjutan terjadi ketika masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi menjadi subjek aktif yang turut merancang masa depan mereka sendiri.

Proses ini tentu memerlukan dedikasi yang tinggi. Untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan dampak, BINUS menetapkan standar profesionalitas yang tetap dibalut dengan rasa kemanusiaan. Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta yang menunjukkan komitmen kuat dengan minimal kehadiran 80 persen berhak mendapatkan e-sertifikat. Hal ini bukan sekadar lembaran digital, melainkan simbol pengakuan atas ketangguhan mereka dalam beradaptasi dan belajar di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Kami ingin setiap ilmu yang dibawa pulang menjadi bekal yang mampu menghidupkan ekonomi dan semangat sosial di lingkungan mereka masing masing.

WhatsApp-Image-2026-01-24-at-19.35.14-1.jpeg

Masa depan yang inklusif tidak bisa dibangun sendirian, ia membutuhkan tangan tangan yang bersedia saling menggenggam dan pikiran yang terbuka untuk berbagi. Kami mengundang Anda, baik sebagai akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum, untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam perjalanan pemberdayaan ini. Mari bergabung dan jadilah bagian dari perubahan besar melalui langkah langkah kecil yang konsisten.-