Ketika Foto Menjadi Bahasa, Pelaku UMKM Belajar Menjual Lewat Visual

Di tengah persaingan pasar digital yang semakin padat, keputusan membeli sering kali terjadi dalam hitungan detik. Konsumen menilai dari apa yang mereka lihat. Foto yang gelap, kurang fokus, atau tidak menarik bisa membuat produk terlewat, meskipun kualitas produknya sebenarnya baik. Di sinilah visual menjadi penentu pertama sebelum harga, sebelum deskripsi, bahkan sebelum ulasan dibaca.

Melihat kebutuhan tersebut, Community Empowerment BINUS University menghadirkan pelatihan foto produk bagi pelaku UMKM Kelurahan Sukabumi Utara pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Agnes Paulina Gunawan, S.Sn., M.Ds., dosen Desain Komunikasi Visual BINUS University, yang mengajak peserta memahami bahwa fotografi produk bukan soal kamera mahal, melainkan soal teknik dan kepekaan visual. Peserta belajar memaksimalkan pencahayaan alami, mengatur komposisi agar produk lebih menonjol, menata properti pendukung, hingga membangun tampilan visual yang selaras dengan karakter merek. Seluruh materi disampaikan secara praktik, sehingga pelaku UMKM dapat langsung mencoba dan menyesuaikannya dengan produk masing-masing.

Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyadari bahwa visual adalah bagian dari strategi bisnis. Foto yang lebih terang, tajam, dan terkonsep mampu meningkatkan kepercayaan calon pembeli serta memperkuat citra usaha di marketplace dan media sosial. Produk lokal yang sebelumnya tampil sederhana kini memiliki wajah baru yang lebih profesional dan kompetitif.

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas tidak selalu membutuhkan teknologi rumit. Dengan pengetahuan yang tepat dan pendampingan yang aplikatif, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas promosi mereka secara mandiri. Dari satu sesi pelatihan sederhana, terbuka peluang yang lebih luas agar produk-produk dari Sukabumi Utara mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih besar dengan lebih percaya diri.