Pelatihan Public Speaking untuk MDW di Singapura
Tidak semua orang terbiasa menyampaikan pikirannya dengan lantang, meskipun mereka memiliki pengalaman hidup yang kaya dan penuh makna. Bagi banyak pekerja migran, terutama yang berada di lingkungan dan budaya berbeda, berbicara bukan sekadar soal komunikasi. Itu adalah cara membangun relasi, menyampaikan kebutuhan, dan mempertahankan martabat diri di ruang yang tidak selalu memberi rasa aman.

Kemampuan berbicara di ruang publik sering menjadi batas tak terlihat antara potensi dan kesempatan. Tanpa kepercayaan diri dan keterampilan public speaking, banyak pekerja migran memilih diam, menahan pendapat, atau ragu menyampaikan aspirasi. Di sinilah pelatihan public speaking untuk Migrant Domestic Workers (MDW) menjadi penting secara sosial, bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi untuk memperkuat posisi mereka sebagai individu yang berdaya di tengah dinamika multikultural.

Menjawab kebutuhan tersebut, Community Empowerment BINUS University menghadirkan program “Empowering Voices: Public Speaking Program for Migrant Domestic Workers in Singapore” yang berlangsung pada 18 dan 25 Januari serta 1 dan 8 Februari 2026 secara daring. Selama empat pertemuan, para MDW Indonesia di Singapura belajar membangun kepercayaan diri, mengelola kecemasan saat berbicara, mengatur suara dan bahasa tubuh, menyusun cerita personal, hingga berlatih berbicara tegas dalam situasi negosiasi. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, menggabungkan diskusi, latihan praktik, dan simulasi. Sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mengalami langsung proses penguatan diri melalui praktik nyata.

Perubahan yang muncul terasa lebih dalam dari sekadar peningkatan teknik berbicara. Peserta mulai berani menyampaikan pendapat, lebih percaya diri membangun personal branding, serta mampu memperluas jaringan pertemanan dan komunitas. Empat sesi pelatihan menjadi ruang aman untuk bertumbuh, tempat mereka belajar bahwa suara yang terarah bisa membuka peluang baru dan memperkuat cara mereka memandang diri sendiri serta masa depan yang ingin dibangun.

Kolaborasi antara akademisi dan komunitas ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir sebagai alat pemberdayaan yang konkret. Ketika suara diberi ruang untuk tumbuh, dampaknya melampaui ruang pelatihan. Community Empowerment BINUS University terus mendorong keberlanjutan program serupa, agar semakin banyak individu yang menemukan keberanian untuk berbicara dan melalui itu, menemukan kembali nilai dirinya.