Loading
Loading...
Menu BINUS

Ketika Alam dan Tradisi Menjadi Sumber Penghidupan Baru

Di banyak desa, tradisi sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap hidup, hanya saja perlahan menjauh dari keseharian warganya. Kerajinan lokal yang dulu menjadi bagian dari identitas kini mulai tersisih, bukan karena tak bernilai, tetapi karena belum menemukan cara untuk beradaptasi dengan zaman. Sementara itu, alam di sekitarnya tetap memberi potensi besar yang sering kali belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Kondisi ini terlihat jelas di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Pasuruan. Di tengah kekayaan budaya masyarakat Suku Tengger dan keindahan alam yang khas, peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis lokal sebenarnya terbuka lebar. Namun tanpa inovasi dan akses pengetahuan, potensi tersebut belum mampu berkembang optimal. Di sinilah pentingnya pengembangan kerajinan lokal yang tidak hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar masa kini.

Melalui program Hibah PISN Kemdiktisaintek 2025, tim dosen BINUS University yang dipimpin oleh Asri Radhitanti, S.Sn., M.Ds., bersama Sidharta, S.T., M.MT., dan Dr. Murniati, S.E., M.Si., hadir mendampingi masyarakat di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri. Bersama Kelompok Tani Hulun Hyang, mereka memperkenalkan batik ecoprint—teknik membatik ramah lingkungan yang memanfaatkan daun dan bunga sebagai motif alami. Kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan teknis, tetapi berkembang menjadi proses belajar bersama, mulai dari eksplorasi desain, praktik produksi, hingga pengemasan dan pemasaran digital. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga kreator yang memahami nilai dari setiap produk yang dihasilkan.

Perubahan mulai terasa dari proses yang berjalan. Warga yang sebelumnya ragu kini mulai berani mencoba dan menunjukkan hasil karyanya. Batik ecoprint tidak hanya menjadi produk baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang relevan dengan potensi desa. Pengalaman wisata di Wonokitri pun ikut berkembang, menghadirkan nilai tambah bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung proses kreatif berbasis alam dan budaya. Dari sini terlihat bahwa ketika pengetahuan dan potensi lokal bertemu, dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga pada rasa percaya diri komunitas.

Cerita ini menunjukkan bahwa menjaga tradisi tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama, tetapi juga memberi ruang bagi inovasi yang tetap berakar pada nilai lokal. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat menjadi jembatan penting untuk membuka peluang tersebut. Melalui Community Empowerment BINUS, upaya seperti ini diharapkan terus berkembang—bukan hanya menciptakan produk, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat tradisi tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)