Banyak pelaku UMKM memulai usahanya dari hal sederhana. Ada yang berangkat dari resep rumahan, keterampilan yang dipelajari sendiri, atau keberanian mencoba peluang kecil yang lama-lama berkembang menjadi sumber penghasilan utama. Produk yang dijual pun sering kali sebenarnya sudah punya kualitas yang baik. Rasanya enak, pelanggan mulai kembali membeli, bahkan rekomendasi dari mulut ke mulut mulai terbentuk. Namun ketika usaha mulai ingin berkembang lebih besar, tantangan baru mulai muncul dan terasa jauh lebih kompleks dibanding sekadar membuat produk.

Tidak sedikit pelaku UMKM yang masih kesulitan memahami target pasar, menentukan strategi promosi yang tepat, hingga menjelaskan keunggulan produknya sendiri kepada pelanggan. Akibatnya, usaha tetap berjalan tetapi pertumbuhannya terasa lambat dan sering membuat pemilik usaha ragu menentukan langkah berikutnya. Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, pelatihan UMKM menjadi penting bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun rasa percaya diri dalam mengembangkan bisnisnya secara lebih terarah.

Melihat kebutuhan tersebut, BINUS Entrepreneurship Center bersama Community Empowerment BINUS University menghadirkan program pelatihan “Bikin Usaha Makin Laku: Strategi Cerdas UMKM untuk Tumbuh Tanpa Ragu” yang berlangsung di BINUS University Kampus Anggrek pada 5–7 Mei 2026. Selama tiga hari, para peserta diajak memahami cara membaca kebutuhan pelanggan, menyusun strategi promosi yang lebih efektif, hingga melatih kemampuan mempresentasikan rencana pengembangan usaha secara lebih percaya diri. Program ini tidak hanya berisi materi satu arah, tetapi juga menghadirkan ruang diskusi, simulasi, dan pendampingan yang terasa dekat dengan tantangan nyata yang dihadapi pelaku UMKM sehari-hari.

Dari proses belajar bersama tersebut, banyak peserta mulai melihat usahanya dengan perspektif yang berbeda. Pelaku UMKM menjadi lebih memahami cara mengenali kekuatan produknya sendiri, membaca peluang pasar, dan membangun strategi usaha yang lebih terukur. Diskusi antar peserta juga membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan belajar dari tantangan yang dihadapi usaha lain. Perlahan, rasa bingung dalam menentukan arah bisnis mulai berubah menjadi keberanian untuk mencoba langkah baru yang lebih terencana.

Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tidak selalu dimulai dari modal besar atau perubahan yang instan. Sering kali, perkembangan justru lahir dari keberanian untuk belajar, mencoba pendekatan baru, dan membuka diri terhadap proses berkembang bersama. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, Community Empowerment BINUS University terus berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan agar pelaku UMKM dapat bertumbuh lebih adaptif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan usaha di masa depan.

