Loading
Loading...
Menu BINUS

BINUS Perkuat Pulau Sibandang melalui Ekowisata Berkelanjutan

Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Ibu Ika Kusuma menyampaikan arahan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

 

Di banyak desa, kekayaan alam dan hasil pertanian sering kali menjadi sumber harapan bagi masyarakat. Namun, potensi tersebut tidak selalu berkembang menjadi manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa dukungan pengetahuan, keterampilan, dan kolaborasi yang tepat. Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekowisata, produk lokal, dan usaha berbasis masyarakat sebagai penggerak kesejahteraan bersama.

Logo produk yang dirancang untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas dan daya saing produk lokal Pulau Sibandang.

Signage “Selamat Datang Bukit Natisuk” menjadi ikon baru yang memperkuat identitas destinasi sekaligus menyambut wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Bukit Natissuk.

 

Pengembangan desa tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Masyarakat juga membutuhkan kapasitas untuk mengelola destinasi wisata, menciptakan produk bernilai tambah, memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab, serta membangun kelembagaan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Karena itu, pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pendidikan, inovasi, dan partisipasi masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing Desa Sibandang.

 

Masyarakat mengikuti praktik pembuatan produk olahan permen (candy) dengan memanfaatkan potensi lokal, yaitu cokelat, biji kopi, dan mangga.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Penguatan Wilayah Binaan BINUS @Medan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 5–8 Juli 2026. Program ini melibatkan Pemerintah Desa Sibandang, Desa Sampuran, dan desa Papande ,Kementerian Pariwisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku industri pariwisata, Koperasi Merah Putih pulau Sibandang, UMKM, kelompok tani, karang taruna, serta masyarakat setempat.

 

Masyarakat dibekali pengetahuan menjadi pemandu wisata guna meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan secara profesional.

 

Pendampingan dirancang secara terpadu, mulai dari peningkatan keamanan jalur wisata Bukit Natissuk melalui pemasangan safety fence dan pelatihan pemandu wisata, pengembangan produk unggulan permen (candy) berbasis cokelat kopi dan mangga, pemanfaatan limbah biomassa menjadi briket ramah lingkungan, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular melalui penguatan koperasi, digitalisasi pemasaran, dan model efisiensi keuangan. Seluruh rangkaian kegiatan disusun agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan langsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

 

Safety fence yang dibangun di kawasan perbukitan untuk meningkatkan keamanan wisatawan saat mendaki sekaligus memfasilitasi mobilitas petani dalam membawa hasil panen mangga dari puncak bukit.

 

Dalam rangkaian kegiatan ini, masyarakat juga memperoleh inspirasi langsung dari pelaku industri pariwisata. Pemilik Montero Hotel Silangit, Bapak M. Silaban, hadir sebagai narasumber dan motivator yang membagikan pengalaman membangun bisnis di sektor pariwisata dengan semangat “dari desa kembali ke desa”. Kisah tersebut diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk melihat potensi lokal sebagai peluang usaha yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong kemajuan desa.

 

Kunjungan ke Rumah Bolon dimanfaatkan sebagai sesi praktik lapangan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pengalaman wisata yang informatif dan menarik.

 

Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Jalur wisata yang lebih aman dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, sementara pemandu wisata lokal memperoleh bekal untuk memberikan layanan yang lebih baik. Di sisi lain, pengembangan produk berbasis cokelat, kopi, mangga, dan biomassa membuka peluang lahirnya produk bernilai tambah yang dapat memperkuat daya saing UMKM. Penguatan Koperasi Merah Putih melalui pendekatan ekonomi sirkular juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi antar pelaku usaha sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Desa Sibandang.

 

Mahasiswa, dosen, Direktur BINUS @Medan, pembuat kebijakan, dan perwakilan Kementerian Pariwisata berkolaborasi sebagai volunteer Community

 

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang membutuhkan kolaborasi, pendampingan, dan komitmen jangka panjang. Ketika perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan bersama, potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan yang mendorong kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui Community Empowerment BINUS, semangat kolaborasi ini terus diwujudkan agar Desa Sibandang dapat tumbuh sebagai wilayah binaan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)