
Perkembangan industri kreatif telah membuka banyak peluang baru bagi masyarakat. Di balik setiap karya, inovasi, dan usaha kreatif yang tumbuh, terdapat kebutuhan akan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri. Ketika berbagai pihak bergerak bersama, lahirlah kesempatan untuk menciptakan solusi yang lebih relevan sekaligus memperkuat daya saing talenta Indonesia di tengah perubahan yang terus berlangsung.

Pengembangan ekonomi kreatif tidak lagi sekadar berbicara tentang menghasilkan produk atau jasa bernilai ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung lahirnya inovasi secara berkelanjutan. Riset, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pendampingan komunitas memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan dampak yang lebih luas. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar potensi masyarakat dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Semangat tersebut menjadi landasan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BINUS University dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada 25 Juni 2026 di BINUS Kampus Anggrek. Kesepakatan yang ditandatangani oleh Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., bersama Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dra. Dessy Ruhati, M.M.Par., membuka ruang sinergi dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan juga dilanjut dengan diskusi yang dipandu Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., selaku manajer Community Empowerment bersama perwakilan fakultas FDCHT, FHUM, SOD, SOCS, SOIS, SOA, dan BBS, membahas sejumlah peluang kolaborasi secara mendalam, mulai dari pendanaan, hibah riset dan pengabdian kepada masyarakat, program praktisi mengajar dan magang, pendampingan desa kreatif, hilirisasi teknologi, komersialisasi hasil riset, residensi internasional, dosen ambassador, hingga penyusunan policy brief sebagai rekomendasi kebijakan bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Komitmen tersebut semakin terlihat melalui pameran karya inovatif yang menghadirkan berbagai hasil pengembangan dari program studi Fashion, Event & Travel Business, Hotel Management, Desain Komunikasi Visual, Digital Media Communication, Creative Digital English, Game Application and Technology, Arsitektur, serta Artificial Intelligence. Ragam inovasi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kreativitas, teknologi, dan keilmuan dapat berpadu untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif. Pertemuan ide, riset, dan praktik seperti ini menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu memberikan manfaat bagi dunia usaha dan komunitas.

Kolaborasi yang kuat selalu berawal dari kesamaan tujuan untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik. Ketika perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat membangun sinergi secara berkelanjutan, peluang untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi akan semakin besar. Community Empowerment BINUS terus mendorong terbangunnya kemitraan yang menghubungkan pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap langkah kolaboratif dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

