Sering kali, sebuah usaha tumbuh dari hal sederhana: keterampilan yang dimiliki, keberanian mencoba, dan keinginan untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, ketika usaha mulai berkembang, muncul tantangan lain yang tidak kalah penting—bagaimana membuat orang mengenal dan mengingat usaha tersebut. Bagi para perempuan pelaku UMKM, membangun usaha berarti juga belajar memperkenalkan diri, menunjukkan nilai yang dimiliki, dan menciptakan kepercayaan di tengah persaingan yang semakin beragam.
Di sinilah personal branding menjadi bagian penting dalam perjalanan perempuan menuju kemandirian ekonomi. Personal branding membantu pelaku UMKM mengenali kekuatan dirinya, menentukan bagaimana ingin dikenal, serta menyampaikan cerita dan nilai usahanya secara lebih konsisten. Kemampuan tersebut dapat membuka peluang lebih luas untuk membangun relasi dengan pelanggan, memperkuat kepercayaan, hingga memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih besar. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan dalam personal branding menjadi salah satu langkah yang relevan untuk mendukung keberlanjutan UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen.

Melihat kebutuhan tersebut, dosen BINUS, Dr. Muslikhin, S.Pd., M.I.Kom, mendampingi komunitas UMKM Tangerang Raya melalui kegiatan bertema “Women Empowerment: Perempuan Berdaya untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi” dengan fokus pada personal branding. Kegiatan pendampingan UMKM ini dilaksanakan pada 21 April di Kampus BINUS Alam Sutera, Kota Tangerang, pada pukul 10.40–11.20. Pendampingan dirancang sebagai ruang bagi peserta untuk memahami personal branding secara lebih dekat dan menghubungkannya dengan kebutuhan mereka sebagai pelaku usaha. Melalui pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, peserta diajak melihat bahwa identitas pemilik usaha, cara berkomunikasi, serta nilai yang ingin disampaikan kepada konsumen dapat menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah bisnis.
Dampak dari pendampingan seperti ini terlihat dari terbukanya ruang belajar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dalam memperkenalkan diri dan usahanya secara lebih terarah. Materi utama dan dokumentasi kegiatan menjadi output yang dapat mendukung proses pembelajaran, sementara pendampingan secara langsung memberi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan konsep personal branding dengan realitas usaha yang mereka jalankan. Dengan penguatan kemampuan komunikasi dan pemahaman mengenai identitas usaha, perempuan pelaku UMKM memiliki bekal untuk membangun kepercayaan, memperluas peluang jejaring, dan mengembangkan usahanya secara lebih mandiri.

Perjalanan menuju kemandirian ekonomi sering kali dibangun dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika pengetahuan dari lingkungan akademik bertemu dengan pengalaman nyata masyarakat, proses pemberdayaan dapat menjadi lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Pendampingan bersama UMKM Tangerang Raya menunjukkan bahwa penguatan perempuan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih percaya diri, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui Community Empowerment BINUS, kolaborasi semacam ini terus menjadi ruang untuk menghadirkan pengetahuan yang dapat tumbuh bersama masyarakat dan memberi manfaat dalam jangka panjang.

