Bagi banyak pelaku UMKM perempuan, menjalankan usaha sering kali berarti mengatur banyak hal sekaligus: mengurus keluarga, menjaga kualitas produk, melayani pelanggan, hingga memikirkan bagaimana usaha bisa terus berkembang. Di tengah rutinitas tersebut, memasarkan produk secara digital kadang terasa seperti tantangan baru. Padahal, bagi usaha kecil, kehadiran di ruang digital dapat membuka kesempatan untuk dikenal lebih luas dan menemukan pelanggan baru.
Tantangan pemasaran menjadi semakin penting ketika persaingan usaha bergerak ke ranah digital. Produk yang baik perlu disertai cara komunikasi yang tepat agar mampu menarik perhatian calon pelanggan. Karena itu, strategi pemasaran digital menjadi salah satu keterampilan yang relevan bagi pelaku UMKM untuk membangun kemandirian ekonomi. Bagi perempuan pelaku usaha, kemampuan tersebut juga dapat menjadi bekal untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis dan menentukan arah usahanya.

Melihat kebutuhan tersebut, dosen BINUS melalui kegiatan pendampingan UMKM bersama komunitas UMKM Tangerang Raya memberikan penguatan mengenai strategi pemasaran digital dalam tema Women Empowerment: Perempuan Berdaya untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi. Kegiatan yang berlangsung pada 21 April 2026 di Kampus BINUS Alam Sutera, Kota Tangerang, dipandu oleh Arleen Ariestyani, S.Ikom., M.I.Kom., dari bidang Communication. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta memahami pemasaran digital secara lebih dekat dan praktis, sehingga strategi yang dibahas dapat dikaitkan dengan kebutuhan usaha mereka sehari-hari. Pendekatan seperti ini membuat proses belajar terasa lebih relevan karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk melihat bagaimana strategi tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis.
Dampak pendampingan terlihat dari bertambahnya kapasitas peserta dalam memahami pentingnya pemasaran digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Materi yang diberikan menjadi salah satu output yang dapat digunakan sebagai referensi dalam mengelola pemasaran, sementara proses pendampingan membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk melihat peluang baru di tengah perubahan perilaku konsumen. Dengan Impact Proxy Score 12, kegiatan ini menunjukkan adanya nilai kontribusi sosial dalam upaya memperkuat kapasitas komunitas UMKM. Lebih jauh, kemampuan memahami dan memanfaatkan kanal digital dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar dengan cara yang lebih terarah.

Pada akhirnya, pemberdayaan ekonomi tumbuh dari kemampuan masyarakat untuk mengenali peluang dan mengubahnya menjadi langkah nyata. Kolaborasi antara akademisi dan komunitas UMKM dapat menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka jalan bagi pengetahuan untuk terus digunakan setelah kegiatan selesai. Bagi perempuan pelaku UMKM di Tangerang Raya, penguatan strategi pemasaran digital dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Community Empowerment BINUS terus membawa semangat bahwa kontribusi sosial memiliki arti ketika pengetahuan dapat tumbuh bersama masyarakat dan memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

