Pendampingan RS Mulya Medika: Tata Kelola untuk Masa Depan
Rumah sakit bukan sekadar bangunan dengan deretan peralatan medis. Ia adalah pusat denyut kehidupan, tempat masyarakat menggantungkan harapan akan kesehatan dan kesejahteraan. Namun, di balik niat mulia untuk melayani, sering kali muncul tantangan besar: bagaimana memastikan layanan tetap berkualitas tanpa tersandung keterbatasan perencanaan, terutama di daerah yang jauh dari pusat metropolitan. BINUS University hadir menjawab tantangan ini melalui semangat pemberdayaan, berkomitmen mendampingi rumah sakit agar tidak hanya mampu mengobati, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dengan tata kelola profesional dan terintegrasi.
Pada 15 Desember 2026, tim BINUS yang dilaksanakan oleh Bapak Budi Prayogi bersama Bapak Novan Zulkarnain dan mahasiswa bertalenta Bintang Nur Fadhillah menapakkan kaki di Samarinda. Mereka menggandeng RS Mulya Medika dalam sebuah program transformasi bertajuk “Pendampingan Penyusunan Program Kerja.” Kehadiran tim bukan sebagai instruktur yang kaku, melainkan sebagai mitra diskusi yang mendengarkan keluh kesah tenaga kesehatan, memahami tantangan di lapangan, dan bersama-sama merumuskan solusi yang relevan.
Melalui lokakarya peningkatan kapasitas dan diskusi partisipatif, tim BINUS membantu menyatukan kembali fungsi klinis dan manajerial yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Fokus utama adalah menyusun rencana bisnis yang realistis dan aplikatif serta indikator kinerja yang dapat diukur dan diterapkan secara konsisten. Pendekatan kolaboratif ini menciptakan rasa kepemilikan bagi manajemen RS Mulya Medika sehingga dokumen strategi tidak lagi sekadar formalitas, melainkan menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang bermartabat.
Upaya ini melampaui tugas administratif karena menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui transfer pengetahuan, serta SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dengan membangun fondasi finansial dan operasional rumah sakit yang stabil. Dengan demikian, masyarakat Samarinda dapat terus merasakan layanan kesehatan berkualitas tanpa rasa khawatir.
Kisah inspiratif dari Samarinda ini hanyalah satu dari sekian banyak jejak yang ditinggalkan Binusian dalam upayanya membina dan memberdayakan nusantara. Semangat untuk terus belajar dan berbagi adalah kunci bagi kita semua untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi Indonesia yang lebih baik. Mari bersama-sama menjadi bagian dari perubahan positif ini dan berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat berikutnya.-