Menanam Asa di Gunung Puntang: Digitalisasi Pendataan Kopi Bersama Komunitas Intina Coffee

Di balik harumnya aroma kopi Gunung Puntang yang mendunia, terselip sebuah tantangan nyata bagi para panyemai asanya, pengelolaan data produksi yang masih konvensional. Tanpa pencatatan yang akurat, potensi besar dari setiap butir biji kopi sering kali sulit untuk dioptimalkan secara maksimal. Menyadari hal ini, tim dosen dari BINUS University hadir membawa semangat pemberdayaan melalui kegiatan bertajuk Pendataan Produksi Kopi Intina Coffee Gunung Puntang. Langkah ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan wujud nyata komitmen universitas dalam merangkul komunitas lokal agar mampu berdaya di tengah derasnya arus modernisasi.

Kisah inspiratif ini dimulai pada Sabtu, 20 Desember 2025, saat udara sejuk menyelimuti lokasi Intina Coffee di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung. Dr. Ir. Yulyani Arifin, S.Kom, MM.,  Elizabeth Paskalia Gunawan dan Dr. Ir. Ilvico Sonata, melaksanakan kegiatan ini dengan berbaur hangat dengan para petani kopi. Melalui pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendengarkan keluh kesah para pejuang kopi yang selama ini merasa kesulitan dalam memantau hasil panen serta perhitungan komisi yang adil bagi para anggotanya.

Transformasi digital pun diperkenalkan melalui platform Coffee Farmer Online System. Dengan sabar, tim pelaksana memberikan pelatihan intensif mengenai cara penggunaan website kopi tersebut, mulai dari pengaturan permintaan, transaksi pendapatan, hingga perhitungan komisi yang otomatis dan transparan. Kehadiran mahasiswa seperti Gladys Lionardi dari program studi Data Science juga memberikan energi segar, menunjukkan bahwa kolaborasi lintas generasi adalah kunci untuk memecahkan persoalan komunitas yang kompleks. Peserta terlihat sangat antusias dan merasa senang karena kini mereka memiliki alat bantu untuk melihat data panen secara digital di dashboard sistem.

Dampak dari kegiatan ini lebih dari sekadar angka angka di layar komputer, ini adalah tentang memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masa depan ekonomi lokal. Dengan sistem pendataan yang lebih efektif, para petani kini dapat mengelola usaha mereka dengan lebih profesional dan terukur. Keberlanjutan program ini pun dipastikan tetap terjaga melalui saluran media sosial komunitas, menciptakan forum komunikasi yang lebih erat antara akademisi dan praktisi di lapangan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi napas utama dalam setiap langkah pengabdian BINUS University.

Mari kita bersama sama mendukung pertumbuhan UMKM lokal agar terus naik kelas melalui inovasi dan teknologi yang tepat guna. Setiap dukungan Anda sangat berarti bagi kemajuan para petani kopi di seluruh pelosok negeri. Apakah Anda tertarik untuk berkolaborasi atau ingin mengetahui lebih banyak tentang program pemberdayaan masyarakat kami selanjutnya, kunjungi laman Community Empowerment BINUS University sekarang juga.-