Membangun Masa Depan Pendidikan: Sinergi BINUS University dan Universitas Airlangga dalam Transformasi Digital
Pendidikan tinggi saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang mendebarkan, di mana teknologi bukan lagi sekadar pendukung, melainkan jantung dari pembelajaran itu sendiri. Kesadaran inilah yang membawa Prof. Dr. Elidjen, S.Kom, MInfoCommTech, seorang pakar Knowledge Management dari BINUS University, untuk melangkah melampaui batas ruang kelas formal. Beliau melaksanakan misi penting melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Sharing Penggunaan MOOC dan Microcredential. Semangat yang diusung bukan hanya soal transfer data, melainkan tentang bagaimana menyulut api inovasi di institusi pendidikan lain agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman yang kian dinamis.
Perjalanan inspiratif ini berlabuh di Universitas Airlangga, sebuah institusi yang memiliki semangat serupa dalam meningkatkan kualitas layanan edukasi bagi mahasiswanya. Pada tanggal 12 Desember 2025, bertempat di Ruang BICAR, Kampus Anggrek BINUS University, suasana hangat menyelimuti pertemuan antar akademisi ini. Pertemuan tersebut menjadi jembatan emosional sekaligus profesional, di mana keraguan mengenai kompleksitas pengelolaan platform digital perlahan terkikis oleh diskusi yang mendalam. Ada rasa tanggung jawab kolektif yang terasa kuat di ruangan itu, keyakinan bahwa setiap mahasiswa di Indonesia berhak mendapatkan akses pembelajaran yang fleksibel dan berkualitas dunia.
Mengapa kolaborasi ini menjadi begitu krusial, di tengah gempuran ekonomi digital, model pembelajaran tradisional perlu diperkaya dengan metode Massive Open Online Courses dan sistem microcredential yang mampu memberikan rekognisi keahlian secara spesifik. Melalui pendekatan sharing knowledge, Prof. Elidjen membedah strategi pengelolaan aset pengetahuan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki dampak manusiawi bagi penggunanya. Inisiatif ini lahir dari keinginan tulus untuk memastikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam mencetak talenta unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Proses berbagi ini berlangsung secara interaktif selama dua jam penuh, di mana setiap sesi dirancang untuk menjawab kegelisahan mitra terkait implementasi kurikulum yang adaptif. Dengan metode penyuluhan yang mengalir, tim dari BINUS University memaparkan bagaimana microcredential dapat menjadi solusi praktis bagi profesional maupun mahasiswa untuk terus melakukan upskilling. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman mitra mengenai tata kelola digital, yang dibuktikan dengan rencana integrasi materi pengabdian ini ke dalam pengayaan mata kuliah di lingkungan akademik. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antar universitas mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan progresif.
Setiap langkah kecil dalam berbagi pengetahuan adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. BINUS University berkomitmen untuk terus konsisten mendampingi masyarakat dan institusi mitra dalam menjajaki potensi tak terbatas dari inovasi digital. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat dimulai dari kemauan untuk saling belajar dan menguatkan. Mari bersama sama menjadi bagian dari perubahan positif ini untuk menciptakan dampak nyata bagi sesama.-