Loading
Loading...
Menu BINUS

Menghidupkan Akar Budaya di Tengah Kota: Mural Betawi dan Harapan Baru Rawa Belong

Di balik hiruk pikuk modernitas Jakarta, sebuah kisah tentang identitas dan keberlanjutan sedang digoreskan di dinding dinding kawasan Rawa Belong. Pada 5 Desember 2025, suasana di Gang H. Mama Residence, RW 08 Rawa Belong, terasa berbeda dari biasanya. Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Desain Komunikasi Visual BINUS University, yang dilaksanakan oleh Devi Kurniawati Homan, S.Sn, M.Sn, Jonata Witabora, S.Sn., M.Sn., Drs. Rujiyanto, M.Sn. dan Hario Sasongko, S.Ds., M.Sn. hadir membawa sebuah misi besar, mengintegrasikan semangat pelestarian lingkungan melalui program PROKLIM Proyek Kampung Iklim 2026 dengan sentuhan seni visual yang menyentuh hati.

Bagi warga RW 08, dinding dinding ini bukan sekadar beton pembatas, melainkan kanvas yang menyimpan memori kolektif kebudayaan Betawi yang mulai tergerus zaman. Mengapa seni mural dipilih sebagai bahasa komunikasi? Karena mural adalah medium yang jujur, ia hadir di ruang publik tanpa batasan usia maupun latar belakang, menyapa setiap warga yang melintas dengan bahasa visual yang inklusif. Melalui Mural Visual Betawi, BINUS berupaya menjawab kebutuhan akan identitas lokal yang kuat untuk mendukung program kampung iklim, sehingga masyarakat tidak hanya peduli pada lingkungan, tetapi juga merasa memiliki kembali akar budayanya.

Proses kreatif ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat manusiawi, melibatkan diskusi mendalam dan konsultasi untuk memastikan setiap ornamen khas Betawi yang digambarkan seperti Ondel ondel memiliki makna yang relevan bagi kehidupan sehari hari warga. Mural ini dirancang dengan gaya ilustrasi yang sederhana namun komunikatif, agar pesan pelestarian budaya dan lingkungan dapat diterima dengan hangat oleh anak anak hingga orang tua. Terlihat senyum antusias dari para peserta, termasuk siswa SMA Kasih Kemuliaan yang turut terlibat, membuktikan bahwa edukasi yang dikemas dengan estetika mampu membangun kedekatan emosional yang luar biasa.

Lebih dari sekadar mempercantik lingkungan, inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen BINUS University dalam pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Hasil dari pengabdian ini tidak hanya berhenti di tembok tembok Rawa Belong, tetapi juga mengalir kembali ke ruang kelas sebagai materi pengkayaan mata kuliah Illustration Design. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di kampus dapat memberikan dampak nyata dalam menjawab persoalan sosial dan memperkuat karakter sebuah kawasan.

Perjalanan kita di Rawa Belong adalah bukti bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari goresan warna di ruang ruang publik yang kita lalui setiap hari. Mari bersama sama mendukung langkah BINUS University untuk terus memberdayakan komunitas dan melestarikan kekayaan nusantara melalui kreativitas tanpa batas. Jadilah bagian dari perubahan dan temukan inspirasi kegiatan pengabdian masyarakat lainnya hanya di laman Community Empowerment BINUS.-

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Wer’e commetidot empouring a waist expertngdiance and tailored solutions.