Menenun Harapan Perempuan di Dunia Teknologi: Kisah dari SheCodes Society

Dunia teknologi seringkali dipandang sebagai labirin yang kaku dan didominasi oleh satu gender saja, namun di koridor SMA PIRI 1 Yogyakarta narasi tersebut mulai berubah. BINUS University melalui inisiatif Empowering Women in STEM through SheCodes Society hadir bukan sekadar untuk mengajar, melainkan untuk membuktikan bahwa inovasi tidak memiliki batasan gender. Program ini menjadi jembatan bagi para perempuan muda untuk melangkah percaya diri, mengubah rasa ragu menjadi karya nyata yang berbasis teknologi.

Dilaksanakan oleh Feri Setiawan bersama tim ahli seperti Grasheli Kusuma Andhini dan Nunung Nurul Qomariyah, kegiatan yang berlangsung pada 20-22 Agustus 2025 ini menjadi ruang inkubasi yang hangat sekaligus profesional. Tidak kurang dari 125 siswa dan 25 guru berkumpul untuk satu visi, membedah tantangan inklusivitas gender dalam pendidikan. Kehadiran mereka membawa energi yang luar biasa, di mana setiap diskusi bukan lagi sekadar teori, melainkan upaya kolektif untuk memecahkan masalah nyata yang mereka temui sehari-hari.

Selama tiga hari yang intensif, para peserta diajak menyelami dunia kepemimpinan digital, design thinking, hingga dasar-dasar Kecerdasan Buatan AI. Melalui metode empathize dan prototype, siswi-siswi ini belajar menyentuh sisi kemanusiaan dalam teknologi dengan menciptakan solusi menggunakan alat sederhana seperti Canva. Puncaknya, mereka mempresentasikan ide-ide brilian di hadapan para profesional industri dan perwakilan pemerintah, membuktikan bahwa jari-jemari mereka mampu merancang masa depan yang lebih inklusif.

Dampak dari kegiatan ini jauh melampaui angka-angka statistik, ini adalah tentang senyum bangga seorang siswi saat prototipenya diapresiasi dan harapan baru yang tumbuh di hati para guru. Dengan total pendanaan mencapai Rp 100.000.000, program ini secara nyata mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Kesetaraan Gender, dan SDG 10 Pengurangan Ketidaksamaan. BINUS University berkomitmen bahwa pemberdayaan masyarakat harus memiliki dampak jangka panjang, menciptakan ekosistem STEM yang ramah bagi siapa saja tanpa terkecuali.

Kisah di Yogyakarta ini hanyalah satu dari sekian banyak langkah kecil BINUS University untuk terus memberdayakan nusantara melalui ilmu pengetahuan. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi penggerak perubahan jika diberikan kesempatan dan bimbingan yang tepat. Mari bersama-sama mendukung terciptanya dunia teknologi yang lebih manusiawi dan setara bagi generasi mendatang. Apakah Anda siap menjadi bagian dari gerakan perubahan untuk masyarakat yang lebih berdaya bersama kami.-