Loading
Loading...
Menu BINUS

Menenun Tradisi dalam Lensa Digital: Cerita Revitalisasi Gamelan Bali di Jantung Jakarta

Di tengah hiruk pikuk modernitas Jakarta sebuah harmoni magis dari instrumen perunggu masih bergema menjaga nyala api budaya tetap hidup. Proyek Revitalisasi Gamelan Bali melalui Video Micro Learning hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan pelestarian tradisi yang mulai tergerus zaman. Melalui sentuhan inovasi dari tim dosen dan mahasiswa BINUS University seni Gamelan Bali kini tidak hanya terdengar di ruang ruang latihan tertutup tetapi juga merambah dunia digital untuk menyapa generasi muda. Langkah ini bukan sekadar digitalisasi melainkan sebuah misi tulus untuk memastikan bahwa warisan leluhur memiliki tempat di masa depan.

Inisiatif luar biasa ini dilaksanakan oleh Ulli Aulia Ruki S Sn M Sc bersama tim ahli dari bidang Desain Interior Animasi dan Film. Sepanjang akhir tahun 2025 kolaborasi ini berfokus pada komunitas Gamelan Tantular yang berbasis di Pejaten Barat Jakarta Selatan. Di sana para seniman dari berbagai latar belakang profesi bersatu namun menghadapi tantangan besar, minimnya arsip digital dan media pembelajaran yang sistematis bagi calon pemain baru. BINUS hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut membawa semangat pemberdayaan yang menjadi inti dari misi universitas dalam membina dan memberdayakan masyarakat.

Perjalanan ini tidaklah mudah, tim harus berpacu dengan waktu dan menyesuaikan jadwal di tengah perayaan hari raya Galungan yang sakral bagi para anggota komunitas. Namun hambatan tersebut justru mempererat ikatan emosional antara akademisi dan praktisi seni. Dengan pendekatan yang humanis tim melakukan riset mendalam, pelatihan teknis videografi bagi anggota sanggar, hingga proses produksi yang melibatkan mahasiswa sebagai asisten kreatif. Setiap detak kendang dan denting gangsa direkam dengan penuh penghormatan terhadap nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya adalah sebuah lompatan teknologi yang memukau, lima video micro learning tutorial gamelan dan satu video imersif berbasis teknologi 360 derajat yang membawa penonton seolah berada di tengah ansambel. Inovasi ini memungkinkan siapa saja di mana saja untuk mempelajari pola reong atau teknik gangsa hanya melalui pindai barcode pada poster interaktif. Kini Gamelan Tantular tidak hanya memiliki peralatan fisik tetapi juga sistem arsip digital berbasis cloud yang memastikan pengetahuan kolektif mereka tidak akan hilang ditelan waktu.

Kisah sukses ini adalah bukti nyata bahwa teknologi dan tradisi bukanlah dua kutub yang saling menjauh melainkan mitra yang saling menguatkan. Melalui program ini BINUS University menegaskan komitmennya bahwa pendidikan dan inovasi harus memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan budaya bangsa. Mari kita terus mendukung langkah langkah inspiratif dalam memberdayakan komunitas seni di sekitar kita agar identitas Nusantara tetap lestari bagi anak cucu nanti.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Wer’e commetidot empouring a waist expertngdiance and tailored solutions.