Di balik tugas yang menumpuk, jadwal belajar yang padat, dan target nilai yang terus dikejar, banyak pelajar sebenarnya sedang berusaha bertahan dengan tekanan yang jarang mereka ceritakan. Ada yang mulai kehilangan semangat belajar, merasa cepat lelah, sulit fokus di kelas, hingga takut gagal karena ekspektasi yang terus datang dari berbagai arah. Namun sayangnya, kesehatan mental pelajar masih sering dianggap hal sepele. Padahal, kondisi emosional memiliki peran besar dalam cara siswa belajar, berkembang, dan menjalani kehidupan sehari-hari di sekolah.

Tekanan akademik yang terus berlangsung tanpa ruang diskusi yang sehat dapat membuat banyak siswa merasa sendirian menghadapi masalahnya. Tidak sedikit remaja yang mulai mengalami stres akademik dan burnout tanpa benar-benar memahami apa yang sedang mereka rasakan. Di tengah dinamika kehidupan remaja yang semakin kompleks, pembahasan mengenai kesehatan mental di sekolah menjadi semakin penting. Bukan hanya untuk membantu siswa menghadapi tekanan belajar, tetapi juga agar mereka memiliki kemampuan mengelola emosi, membangun rasa percaya diri, dan memahami bahwa proses berkembang tidak selalu harus berjalan sempurna.

Berangkat dari keresahan tersebut, Community Empowerment BINUS University menghadirkan kegiatan “Mental Health & Education Day 2026” di SMAN 35 Jakarta pada 5 Mei 2026. Melalui sesi interaktif bersama para siswa, kegiatan ini membahas pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik dan dinamika kehidupan remaja. Para peserta diajak mengenali tanda-tanda stres akademik dan burnout sejak dini, sekaligus belajar strategi sederhana untuk mengelola tekanan dengan cara yang lebih sehat dan positif. Dalam suasana diskusi yang terbuka, siswa juga diajak memahami konsep growth mindset agar tantangan di sekolah tidak selalu dipandang sebagai beban, melainkan bagian dari proses belajar dan berkembang.

Dari ruang kelas tersebut, percakapan tentang kesehatan mental terasa lebih dekat dan lebih manusiawi. Banyak siswa mulai menyadari bahwa rasa lelah, bingung, atau tertekan bukan sesuatu yang harus dipendam sendirian. Diskusi yang berlangsung juga membuka keberanian bagi sebagian pelajar untuk mulai berbicara tentang pengalaman mereka menghadapi tekanan sekolah. Melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan remaja sehari-hari, kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga prestasi akademik.

Pada akhirnya, sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang yang mendukung siswa untuk tumbuh secara sehat, baik secara akademik maupun emosional. Ketika kampus, sekolah, dan masyarakat mulai membuka ruang diskusi tentang kesehatan mental secara lebih terbuka, pelajar memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dengan rasa aman dan percaya diri. Melalui kegiatan seperti ini, Community Empowerment BINUS University terus berupaya menghadirkan kontribusi sosial yang tidak hanya berdampak hari ini, tetapi juga membantu membangun generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.

