Mengembangkan usaha bagi banyak perempuan pelaku UMKM berarti membagi waktu dan tenaga untuk berbagai pekerjaan sekaligus. Mulai dari menyiapkan produk, melayani pelanggan, mengelola pesanan, hingga membuat promosi, semuanya perlu berjalan beriringan. Ketika persaingan di dunia digital semakin ketat, tantangannya bertambah: pelaku usaha perlu menghadirkan konten yang menarik dan menjangkau pelanggan baru, meski waktu, tenaga, dan sumber daya yang dimiliki terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menawarkan alternatif untuk membantu pekerjaan usaha menjadi lebih praktis. Salah satu keterampilan yang dapat dipelajari adalah AI Prompt, yaitu cara menyusun instruksi yang jelas agar AI dapat memberikan hasil sesuai kebutuhan. Bagi perempuan pelaku UMKM, keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk mencari ide promosi, menyusun deskripsi produk, hingga merancang konten pemasaran. Dengan pemahaman yang tepat, teknologi dapat menjadi alat bantu yang mendukung kreativitas dan efisiensi tanpa menghilangkan karakter khas setiap usaha.
Pengenalan teknologi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pendampingan UMKM bertema “Women Empowerment: Perempuan Berdaya untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi” yang diselenggarakan pada 21 April 2026 di Kampus BINUS Alam Sutera, Kota Tangerang. Dalam kegiatan ini, dosen BINUS University dari bidang Computer Science, Dewa Ayu Defina Audrey Nathania, S.Kom., M.Kom., berkontribusi memperkenalkan pemanfaatan AI Prompt kepada pelaku UMKM. Materi disampaikan dengan orientasi pada kebutuhan usaha sehari-hari agar peserta dapat mengenali cara memberikan instruksi kepada AI dan memahami bagaimana teknologi tersebut berpotensi membantu aktivitas bisnis mereka.
Pembekalan AI Prompt memberikan peserta materi yang dapat dipelajari kembali dan dijadikan referensi untuk mencoba pemanfaatan AI dalam kegiatan usaha. Berdasarkan catatan kegiatan, Impact Proxy Score yang diperoleh adalah 9. Skor ini menunjukkan nilai potensi dampak berdasarkan indikator penilaian yang digunakan, meskipun rincian indikator dan hasil penerapan oleh peserta diperlukan untuk menjelaskan perubahan secara lebih spesifik. Dalam praktiknya, keterampilan menyusun prompt dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan ide konten, menyederhanakan pekerjaan promosi, dan mengeksplorasi strategi pemasaran digital sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Kemandirian ekonomi tumbuh ketika pelaku usaha memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba hal baru, dan menemukan cara yang sesuai dengan kondisi mereka. Bagi perempuan pelaku UMKM, penguasaan keterampilan digital dapat menjadi salah satu bekal untuk mengelola usaha dengan lebih adaptif di tengah perubahan pasar. Melalui Community Empowerment BINUS, kolaborasi antara akademisi dan masyarakat diharapkan terus menghadirkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dengan pendampingan yang relevan dan kesempatan belajar yang berkelanjutan, teknologi dapat semakin dekat dengan pelaku usaha dan membantu mereka membangun peluang ekonomi yang lebih kuat.

