Loading
Loading...
Menu BINUS

Mural di Batununggal: Mengajak Warga Lebih Peduli pada Sampah dan Kebersihan Lingkungan

Di sudut lingkungan perkotaan, taman dapat menjadi ruang bagi warga untuk beristirahat, berbincang, dan menikmati suasana di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, agar ruang bersama tetap nyaman digunakan, kebersihan perlu menjadi perhatian setiap orang. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan dapat mengurangi kenyamanan taman, sekaligus memengaruhi kualitas ruang publik yang seharusnya bisa dinikmati bersama.

Persoalan sampah di kawasan perkotaan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Taman yang terawat dapat mendukung interaksi sosial dan membuat warga merasa lebih nyaman, sedangkan sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengganggu fungsi ruang publik. Di Kelurahan Batununggal, Bandung, pesan tentang pemilahan sampah dan menjaga kebersihan menjadi penting untuk mendorong kesadaran bahwa merawat lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Ruang publik pun dapat menjadi tempat untuk menyampaikan pesan tersebut secara dekat dan mudah dipahami masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat BINUS Bangun Desa (BBD) tahun 2023, tim dosen Bina Nusantara University mengangkat perancangan mural bertema pemilahan sampah dan menjaga kebersihan di Kelurahan Batununggal, Bandung. Kegiatan ini melibatkan Adrianto, S.Ds., M.Ds. (D6385), Jajat Sudrajat, S.E., M.M. (D5029), Dodi Hilman (D5493), dan Doni Morika (D3738). Mural dirancang sebagai media visual untuk menyampaikan pesan kebersihan kepada warga, khususnya di area taman yang menjadi bagian dari ruang publik setempat. Dalam proses perancangannya, tim menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan komunitas, serta konsep metafora visual melalui penggunaan ikon dan simbol agar pesan lebih mudah dikenali dan dipahami.

Hasil utama yang dijelaskan dalam laporan akhir adalah perancangan mural dengan pesan mengenai perilaku membuang sampah dan pengelolaan limbah yang lebih baik. Melalui gambar dan simbol yang ditempatkan pada ruang publik, pesan tentang kebersihan diharapkan dapat hadir dalam keseharian warga, sehingga lebih mudah dilihat dan diingat. Mural juga berpotensi menambah nilai visual taman dan menjadikannya media komunikasi lingkungan yang dekat dengan masyarakat. Meski demikian, laporan yang tersedia belum mencantumkan data terukur mengenai jumlah warga yang terlibat, perubahan perilaku setelah kegiatan, atau peningkatan kebersihan di lokasi. Karena itu, dampak lanjutan tersebut perlu dilihat sebagai tujuan yang diharapkan, bukan sebagai perubahan yang telah terukur.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kepedulian yang tumbuh dari kebiasaan bersama. Melalui kolaborasi akademisi dan masyarakat, seni mural dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pesan sosial di ruang yang digunakan warga setiap hari. Keberlanjutan manfaatnya bergantung pada bagaimana pesan tersebut dirawat, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah hingga menjaga taman tetap bersih. Semangat Community Empowerment BINUS tercermin dalam upaya menghadirkan pengetahuan dan kreativitas untuk mendukung kebutuhan masyarakat, dengan harapan ruang publik dapat terus berkembang menjadi lingkungan yang lebih nyaman dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)