Loading
Loading...
Menu BINUS

Menguatkan Identitas POLUKids melalui Desain Fesyen Anak dan Konten Digital

Bagi pelaku usaha pakaian, membuat produk merupakan satu bagian dari pekerjaan. Tantangan lainnya adalah membantu konsumen mengenali merek, memahami karakter desain, dan menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. POLUKids, merek fesyen anak yang dikembangkan oleh Hendjico Production di Tangerang, berupaya membangun identitas melalui pakaian anak dengan sentuhan denim. Agar produk tersebut dapat dikenal lebih luas, usaha membutuhkan dukungan desain dan materi promosi yang mampu menampilkan karakter merek secara konsisten.

Media digital memberi kesempatan bagi UMKM fesyen untuk memperkenalkan produk melalui foto, video, dan cerita yang dekat dengan calon konsumen. Namun, promosi yang efektif memerlukan perencanaan konten, pemahaman tren, dan kemampuan mengelola kanal digital. Pemasaran digital UMKM fesyen anak menjadi penting untuk memperkuat identitas merek, membantu calon pembeli memahami produk, dan membuka kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi usaha untuk membangun komunikasi pemasaran yang lebih terarah.

Pada 2024, tim School of Computing and Creative Arts BINUS University menjalankan program Hibah Internal Skema HIP berjudul Peningkatan Daya Saing melalui Promosi Digital Sosial Media dan Pengembangan Konten Promosi Digital dan Disain Fesyen Anak Trendy Berkelanjutan UKM Garmen POLUKids. Tim dipimpin Dicky Maryoga Hutadjulu, S.Sos., M.M., bersama Ratna Dewi Paramita, Pantri Heriyati, Grasheli Andhini, Artha Sejati Ananda, dan Almira Firmansyah. Kegiatan berlangsung pada Mei–Oktober 2024 di Tangerang. Tim mendampingi mitra melalui pelatihan branding, pengembangan desain fesyen anak, pemanfaatan media sosial, dan pengembangan konten promosi digital, sekaligus memberikan dukungan peralatan untuk pembuatan materi visual.

Laporan akhir mencatat penyerahan peralatan promosi digital pada Juni 2024, pengembangan desain fesyen anak dalam bentuk berkas digital pada Oktober 2024, serta pembuatan konten promosi. Laporan juga mencatat empat publikasi media daring pada Desember 2024. Luaran tersebut memberi mitra bahan desain dan materi promosi yang dapat digunakan untuk melanjutkan pengembangan merek. Namun, laporan belum menyediakan angka terukur mengenai peningkatan jangkauan media sosial, jumlah pelanggan baru, atau kenaikan penjualan setelah program berlangsung.

Pengembangan POLUKids menunjukkan bahwa kreativitas desain dan komunikasi pemasaran perlu berjalan beriringan agar sebuah merek dapat tumbuh. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha memberi ruang untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata UMKM. Keberlanjutan program memerlukan konsistensi produksi konten, pemeliharaan kualitas desain, dan evaluasi respons konsumen. Melalui Community Empowerment BINUS, pendampingan seperti ini diharapkan dapat membantu usaha lokal membangun identitas merek yang kuat serta meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi perubahan pasar.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)