Loading
Loading...
Menu BINUS

Dari Cerita Kampung ke Layar Digital, Warga Banjardowo Memperkenalkan Potensi Lokal

Setiap kampung memiliki cerita yang tumbuh dari kehidupan warganya. Ada kegiatan yang menjaga kebersamaan, usaha kecil yang berkembang dari keterampilan keluarga, hingga kampung tematik yang menyimpan ciri khas sebuah wilayah. Di Kelurahan Banjardowo, Kota Semarang, Jawa Tengah, potensi lokal tersebut hadir melalui Kampung KB, Kampung Mangga, dan Kampung Wirausaha. Tantangannya adalah bagaimana cerita dan keunikan wilayah dapat dikenal lebih luas ketika masyarakat semakin sering mencari informasi melalui media digital.

Informasi digital dapat membantu masyarakat memperkenalkan potensi wilayah, tetapi konten yang menarik membutuhkan kemampuan merancang pesan, memilih cerita, dan memahami audiens. Pemberdayaan masyarakat menuju desa digital menjadi penting agar warga mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat identitas lokal, memperkenalkan kegiatan kampung, dan mendukung promosi produk UMKM. Keterampilan ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan wilayah melalui kemampuan kreatif yang dekat dengan kehidupan mereka.

Pada 2024, BINUS University menjalankan program Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema BINUS Bangun Desa (BBD), berjudul Implementasi Penta Helix untuk Capacity Building Sumber Daya Manusia Kelurahan Banjardowo menuju Desa Digital. Tim dipimpin Dr. Bambang Dwi Wijanarko, S.Si., M.Kom., bersama Noor Udin, Nur Sitha Afrilia, Fathy Radhia, Randy Indra Pradhana, dan Nicholas Lorenzo Setiawan. Kegiatan berlangsung selama delapan bulan di Kelurahan Banjardowo dan melibatkan pemerintah kelurahan, Karang Taruna, mahasiswa, serta pemangku kepentingan terkait. Salah satu pendekatannya adalah produksi film pendek berbahasa Jawa untuk mengangkat Kampung KB dan cerita lokal sebagai bagian dari penguatan identitas wilayah.

Hasil program mencakup film pendek berbahasa Jawa berjudul MELU, artikel pengabdian, video promosi produk UMKM, dan materi pengayaan. Proses produksi film melibatkan kolaborasi dengan Karang Taruna untuk mengembangkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Laporan mencatat bahwa film tersebut masuk nominasi dan meraih peringkat kelima dalam kompetisi Film Berbahasa Daerah 2024 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Capaian ini menjadi bukti konkret dari hasil produksi konten lokal. Namun, laporan belum memberikan angka terukur tentang peningkatan jangkauan digital, jumlah wisatawan, atau pertumbuhan pendapatan masyarakat setelah kegiatan.

Pengalaman Banjardowo menunjukkan bahwa pengembangan wilayah dapat dimulai dengan membantu masyarakat mengenali dan menceritakan potensinya sendiri. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan generasi muda membuka ruang untuk menerapkan keterampilan digital sesuai kebutuhan lokal. Keberlanjutan program membutuhkan kesempatan bagi warga untuk terus membuat konten, memperbarui informasi, dan mengelola cerita wilayah secara mandiri. Melalui Community Empowerment BINUS, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperkuat kecakapan digital masyarakat sekaligus membantu potensi lokal tumbuh dan dikenal secara berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)