PENGABDIAN
BINUS BANGUN DESA

Program BINUS BANGUN DESA dimulai di tahun 2016 dengan tujuan mengembangkan potensi daerah. Ketimpangan, kemiskinan, serta kurangnya akses pendidikan menjadi sekelumit persoalan di daerah. Indonesia memiliki lebih dari 74.000 desa yang tersebar merata. Akan tetapi menurut Kemendes (2015) masih terdapat 19 juta orang miskin di desa. Melalui pengalaman selama tiga tahun mengembangkan Yayasan Rumah Imperium di Kabupaten Sumedang, Zaki berinisiatif untuk dapat mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh kampus secara terukur dan berdampak.

Konsep BINUS Bangun Desa kemudian dicetuskan sebagai upaya untuk mewujudkan program tahun 2016 untuk membangun daerah. Melalui kolaborasi antara BINUS dan Yayasan Rumah Imperium di Kabupaten Sumedang ini, BINUS Bangun Desa akan menciptakan desa prototype yang berlokasi di Desa Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Konsep ini akan melibatkan dosen-dosen dari lintas-jurusan yang meliputi hukum, ekonomi, arsitektur, desain komunikasi visual, perhotelan, PGSD, teknologi pangan, teknik sipil, komunikasi, dll. Rencana proyek ini memiliki dua manfaat sekaligus bagi dosen yakni sebagai proses pengabdian kepada masyarakat dan penelitian. Dari rencana program yang dipaparkan oleh Zaki menunjukan banyak ide-ide baru yang berpotensi menjadi sebuah kajian/penelitian baru.

Konsep BINUS Bangun Desa ini direncanakan dimulai pada Januari 2016 saat sedang berlangsung Ujian Akhir Semester (UAS). Diharapkan dengan konsep Binus Bangun Desa ini, tujuan besar pemerintahan Jokowi-JK untuk membangun Indonesia dari pinggiran dapat diwujudkan bersama.