Setiap rumah menyimpan cerita, namun tidak semua cerita tersebut berlatar di balik dinding yang kokoh dan aman. Menyadari pentingnya hunian yang manusiawi bagi kesejahteraan masyarakat, BINUS University melalui Andi Bayu Putra, S.T., M.T., sebagai pelaksana, seorang pakar Manajemen Konstruksi sekaligus Kepala Laboratorium Teknik Sipil, mengambil langkah konkret dalam membantu pemetaan hunian di Jakarta. Pada tanggal 6 Maret 2025, bertempat di Hotel Aston Kartika dan Menara Hotel Peninsula, sebuah inisiatif bertajuk Workshop 2 Data Collection for Housing Database resmi digelar. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menyusun basis data hunian yang lebih akurat dan terintegrasi di wilayah Kelurahan Palmerah.
Dalam workshop ini, Andi Bayu Putra merangkul 28 peserta yang terdiri dari mahasiswa surveyor serta anggota Dasa Wisma Kelurahan Palmerah. Suasana di dalam ruangan terasa penuh semangat sekaligus haru saat para peserta menyadari bahwa setiap data yang mereka kumpulkan nantinya akan menjadi penentu kebijakan perbaikan rumah bagi tetangga mereka sendiri. Sebagai pemateri, Andi memberikan arahan mendalam mengenai metodologi pendataan Rumah Tidak Layak Huni RTLH serta identifikasi potensi pengembangan wilayah permukiman. Kolaborasi antara akademisi dan pejuang akar rumput ini membuktikan bahwa teknologi dan pengetahuan teknik sipil dapat menjadi alat yang sangat berdaya jika diletakkan di tangan komunitas yang peduli.
Lebih dari sekadar angka dalam database, setiap entri data yang dikumpulkan adalah harapan bagi warga Palmerah untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Mengapa fokus pada data? Karena data yang valid adalah fondasi utama untuk memastikan bantuan renovasi atau pembangunan wilayah tepat sasaran, sejalan dengan komitmen BINUS dalam mendukung Sustainable Development Goals SDGs untuk pendidikan berkualitas dan lingkungan permukiman yang inklusif. Melalui pendekatan yang profesional namun tetap menyentuh sisi emosional, para surveyor dilatih untuk melihat lebih dari sekadar retakan dinding, melainkan memahami kebutuhan mendasar manusia di dalamnya.
Keberhasilan workshop ini juga membawa dampak berkelanjutan ke dalam ruang kelas di BINUS University. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diintegrasikan menjadi materi pengkayaan pada mata kuliah Drawing Construction, di mana mahasiswa diajak untuk memahami komponen bangunan secara nyata dari kasus kasus di lapangan. Dengan cara ini, BINUS tidak hanya memberdayakan masyarakat di luar kampus, tetapi juga membentuk generasi insinyur masa depan yang memiliki empati tinggi dan wawasan praktis yang luas. Ini adalah bukti nyata dari nilai fostering and empowering yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh civitas akademika.
Kisah dari Palmerah ini adalah satu dari sekian banyak jejak nyata BINUS University dalam membangun bangsa melalui pengabdian yang tulus dan profesional. Mari kita bersama sama mendukung gerakan pemberdayaan ini agar semakin banyak rumah yang kembali menjadi tempat bernaung yang aman dan penuh harapan. Apakah Anda siap menjadi bagian dari perubahan positif bagi masyarakat di sekitar Anda? Kunjungi laman Community Empowerment kami untuk mengetahui lebih banyak peluang kolaborasi dan kegiatan pengabdian lainnya yang inspiratif.-