Dunia digital hari ini bukan sekadar tempat bertukar informasi, melainkan rumah kedua bagi generasi muda kita. Namun di balik kemudahan aksesnya, tersimpan tantangan besar seperti kelelahan digital digital fatigue dan memudarnya etika berkomunikasi. Menyadari urgensi tersebut, BINUS University melalui dosen Sistem Informasi, Fransiskus Wandy Syah, S.H., M.Kom., melaksanakan pengabdian dengan membawa inisiatif bertajuk Digital Well Being. Program ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk membangun kembali pondasi kesehatan mental, etika, dan empati yang mulai terkikis oleh riuhnya interaksi di layar gawai.
Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan di SMA Sedes Sapientiae, Semarang, pada bulan Desember 2025. Di tengah suasana sekolah yang hangat, para siswa diajak untuk menyelami makna keseimbangan hidup antara dunia daring dan luring. Mengapa ini penting, karena tanpa kesadaran akan Digital Well Being, teknologi yang seharusnya memberdayakan justru berisiko menjadi sumber kecemasan sosial dan konflik bagi para pelajar. Melalui pendekatan yang humanis, BINUS ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kesejahteraan psikologis penggunanya.
Selama sesi pelatihan yang intensif, para peserta dibekali strategi praktis untuk mengelola waktu layar screen time dan menjaga privasi data pribadi guna mencegah perundungan siber. Fokus utama tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada sisi emosional, bagaimana menumbuhkan empati di ruang digital yang sering kali minim ekspresi emosional langsung. Dengan studi kasus nyata dan diskusi interaktif, BINUS berusaha menyentuh sisi terdalam para siswa agar mereka mampu berkomunikasi secara lebih positif, menghargai perspektif orang lain, dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Dampak dari kegiatan ini sangatlah nyata, terlihat transformasi pemahaman siswa yang kini lebih bijak dalam memverifikasi informasi dan menghindari ujaran kebencian. BINUS University percaya bahwa menciptakan lingkungan digital yang sehat adalah tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari institusi pendidikan. Dengan anggaran dan dukungan penuh, program ini menjadi bukti nyata komitmen Fostering and Empowering BINUS dalam memberdayakan masyarakat melalui literasi digital yang inklusif dan berorientasi pada nilai nilai kemanusiaan.
Masa depan digital yang lebih cerah, aman, dan penuh empati kini ada di tangan kita semua. Mari kita terus mendukung langkah langkah kecil namun berdampak besar ini demi menciptakan generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam berinteraksi. Apakah Anda siap menjadi bagian dari gerakan perubahan digital yang lebih humanis bersama kami?-