Digital Museum Tjong A Fie, BINUS @Medan Dorong Pelestarian Budaya

Pelestarian warisan budaya kini bergerak melampaui arsip fisik dan narasi sejarah konvensional. Di era transformasi digital, teknologi menjadi medium strategis untuk menjaga, mendokumentasikan, dan memperluas akses terhadap sejarah. Komitmen ini diwujudkan BINUS @Medan melalui partisipasi dalam IMLEK FAIR 2026 dengan menghadirkan Fa Hua Exhibition yang berlangsung pada 24 Januari hingga 12 Maret 2026, di Mall Centre Point Medan. Dalam rangkaian kegiatan ini, BINUS @Medan berkolaborasi dengan Tjong A Fie Mansion menghadirkan pameran bertajuk “Dari Meixian ke Medan”, sebuah narasi perjalanan hidup, nilai, dan kontribusi Tjong A Fie bagi Kota Medan, yang diprakarsai oleh Ibu Mimi Tjong sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan sejarah keluarga dan kota.

Tjong A Fie dan Identitas Multikultural Kota Medan

Sumber Foto: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-sumut/baca-artikel/16253/Mengenal-Bangunan-Bersejarah-Rumah-Tjong-A-Fie.html

Tjong A Fie dikenal sebagai tokoh kunci dalam perkembangan Kota Medan pada awal abad ke-20. Sebagai pengusaha, filantropis, dari Meixian dan pemimpin komunitas Tionghoa, kontribusinya mencakup pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Kediamannya yang kini dikenal sebagai Tjong A Fie Mansion merepresentasikan akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, dan Eropa, sekaligus simbol toleransi, kolaborasi lintas budaya, dan kontribusi masyarakat multikultural dalam membentuk identitas Kota Medan.

Melalui pameran ini, publik diajak melihat sejarah bukan hanya sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai fondasi nilai yang relevan untuk pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Digital Museum sebagai Inovasi Pemberdayaan Berbasis Teknologi

Kolaborasi BINUS @Medan dengan Tjong A Fie Mansion menjadi bagian dari pengembangan Digital Museum Tjong A Fie Mansion. Penyusunan proposal serta kontribusi dalam pameran ini digagas oleh Assoc. Prof. Dr. Yi Ying bersama Michael Batubara dari Institutional Development & Collaboration. Kegiatan tersebut juga melibatkan dosen lintas disiplin melalui hibah PKM skema NICE, di antaranya Evawaty Tanuar (Program Studi Computer Science), Ignatius Edward Riantono (Program Studi Digital Business), serta Irwansyah dan Citra Fadillah (Program Studi Visual Communication Design).

Program ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Computer Science BINUS @Medan, yaitu Felix Ghanesa, Darryl Jun’eley, Yesen, Vernice Henova Tjhan, Ricky Juantan, dan Jayvin Spielberg, sebagai bentuk pembelajaran berbasis proyek dan kontribusi nyata mahasiswa dalam pelestarian budaya.

Digital museum ini dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan wisatawan mancanegara akan akses informasi multibahasa. Prototype yang diperkenalkan dalam pameran menghadirkan platform museum digital tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin) yang dapat diakses dan diuji langsung oleh pengunjung. Inovasi ini memperluas jangkauan edukasi sejarah, meningkatkan pengalaman wisata, dan membuka peluang integrasi teknologi dalam sektor heritage tourism.

Kolaborasi Global untuk Pelestarian Sejarah Digital

Inisiatif ini juga memperoleh dukungan dari Consulate General of Singapore in Medan, dengan rencana kolaborasi lanjutan bersama Nanyang Polytechnic. Dukungan internasional ini menegaskan komitmen BINUS @Medan dalam memperluas jejaring global, mendorong inovasi berbasis teknologi dan budaya, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelestarian warisan sejarah melalui pendekatan digital.

BINUS Berdampak untuk Kota Medan

Pengembangan digital museum ini merupakan bagian dari komitmen BINUS Berdampak, di mana riset, teknologi, dan pendidikan diintegrasikan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pameran “Dari Meixian ke Medan”, BINUS @Medan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui pelestarian sejarah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Ke depan, digitalisasi warisan budaya diharapkan tidak hanya menjadi arsip digital, tetapi juga platform edukasi interaktif yang memperkuat identitas kota, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan menghubungkan generasi muda dengan sejarah serta nilai-nilai multikultural mereka.

BINUS University terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra budaya, pemerintah daerah, dan komunitas untuk mengembangkan inovasi pelestarian warisan budaya berbasis teknologi.

Tertarik berkolaborasi dalam program digital heritage, riset, atau pengabdian masyarakat? Hubungi Community Empowerment BINUS University dan mari bersama menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan budaya Indonesia.