Pernahkah Anda merasa terjebak di tengah tumpukan data tanpa tahu harus memulai dari mana? Di era informasi yang serba cepat ini, kemampuan untuk mengubah angka mentah menjadi keputusan strategis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Menyadari tantangan tersebut, BINUS University melalui semangat pemberdayaan masyarakat menyelenggarakan seminar daring bertajuk Statistically Savvy: From Manual Calculation to Practical Application of Regression pada 9 Desember 2025 lalu. Melalui platform Zoom, kegiatan ini hadir sebagai ruang belajar inklusif yang menghubungkan teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, membuktikan bahwa statistika bukanlah momok, melainkan kompas bagi para pengambil keputusan.
Dilaksanakan oleh Erna Fransisca Angela Sihotang, S.Stat, M.Kom, seorang ahli dari Jurusan Statistika BINUS, suasana kelas daring terasa hidup dan penuh antusiasme. Peserta yang berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga kaum praktikal dari berbagai penjuru Indonesia, diajak untuk menyelami filosofi di balik model regresi linear. Bukan sekadar memindahkan angka ke dalam rumus, Ibu Erna menekankan pentingnya memahami logika di balik setiap perhitungan. Sisi humanis terpancar ketika diskusi beralih pada bagaimana analisis yang akurat dapat membantu pelaku usaha atau praktisi menghindari risiko kegagalan yang merugikan banyak pihak.
Perjalanan edukatif ini dimulai dari hal yang paling mendasar, perhitungan manual. Mengapa manual? Karena dengan memahami proses perhitungan seperti Total Sum of Squares dan Error Sum of Squares secara mandiri, seseorang akan memiliki intuisi yang lebih tajam dalam mendeteksi anomali data. Dalam sesi ini, peserta diajak melihat bagaimana variabel seperti luas toko dapat memengaruhi volume penjualan tahunan secara signifikan, di mana model yang dipelajari mampu menjelaskan variabilitas hingga 90,42%. Momen aha menyelimuti ruang virtual saat para peserta menyadari bahwa rumus rumus rumit tersebut adalah alat untuk menceritakan kebenaran di balik fakta yang ada.
Transisi dari kalkulasi manual menuju aplikasi praktis menjadi babak yang paling dinanti. Setelah fondasi teori dirasa cukup kuat, Ibu Erna membimbing peserta melakukan try on menggunakan perangkat lunak IBM SPSS dan Microsoft Excel. Di sinilah teknologi berperan sebagai pengakselerasi kecerdasan manusia. Dengan alat bantu ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih efisien tanpa menghilangkan ketajaman analisis. Para peserta tidak hanya belajar cara mengklik tombol, tetapi memahami interpretasi dari setiap luaran output yang dihasilkan, sehingga hasil analisis mereka benar benar bisa dipertanggungjawabkan secara profesional.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen BINUS University dalam membina dan memberdayakan masyarakat melalui literasi data yang mumpuni. Kami percaya bahwa setiap individu yang memiliki kemampuan analisis yang baik akan mampu memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungannya. Mari terus asah kemampuan diri dan jangan biarkan angka angka hanya menjadi deretan tanpa makna. Apakah Anda siap untuk menjadi bagian dari perubahan berbasis data selanjutnya? Mari bergabung dalam rangkaian seminar komunitas kami berikutnya dan jadilah penggerak inovasi di bidang Anda.-