Loading
Loading...
Menu BINUS

Dari Insting ke Strategi, Saat UMK Mulai Naik Level di Era Digital

Banyak pelaku usaha kecil sebenarnya sudah punya fondasi yang kuat. Produk mereka dikenal, pelanggan datang kembali, dan semangat untuk terus bertahan tidak pernah padam. Namun ketika masuk ke dunia digital, semuanya terasa seperti wilayah baru yang membingungkan. Harus mulai dari mana, dan bagaimana cara memastikan langkah yang diambil benar-benar membawa perubahan?

Di era sekarang, digitalisasi UMK bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Tanpa pemahaman strategi yang tepat, banyak pelaku usaha hanya sekadar “ikut hadir” di media sosial tanpa tahu bagaimana cara memanfaatkannya secara maksimal. Akibatnya, potensi pasar yang lebih luas tidak sepenuhnya tergarap. Di sinilah pentingnya membangun kemampuan membaca pasar, memahami model bisnis, dan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Melihat kebutuhan tersebut, tim dosen BINUS University melalui Program Digitalisasi UMK yang didukung Hibah DPPM Ditjen Kemdiktisaintek 2025 Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat hadir mendampingi 16 pelaku usaha dari Komunitas Bisnis Cendekia di Kota Semarang. Dipimpin oleh Dicky Jhon Anderson Butarbutar, S.E., S.Kom., M.M., bersama Prof. Dr. Dra. Ngatindriatun, M.P., dan Dr. Daniel Lukito, S.T., M.M., M.Sc.IB., pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada teori. Para peserta diajak langsung mempraktikkan penyusunan Business Model Canvas, melakukan analisis SWOT, merancang konten digital, hingga membaca performa media sosial mereka sendiri. Proses belajar ini dirancang agar dekat dengan realitas usaha yang mereka jalankan sehari-hari.

Perubahan mulai terlihat dari cara para pelaku UMK memahami bisnisnya. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan insting, tetapi mulai menyusun strategi berdasarkan analisis yang lebih terarah. Konten yang dibuat menjadi lebih efektif, keputusan pemasaran lebih terukur, dan kepercayaan diri dalam menghadapi pasar digital pun meningkat. Bagi sebagian peserta, ini menjadi titik awal untuk melihat usahanya berkembang ke arah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kisah ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang cara berpikir yang berkembang. Ketika pelaku usaha diberi ruang untuk belajar dan mencoba, perubahan bisa terjadi secara nyata. Melalui Community Empowerment BINUS, kolaborasi seperti ini diharapkan terus membuka jalan bagi UMK untuk naik level—tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan strategi yang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi digital.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)