Loading
Loading...
Menu BINUS

Dari Kebiasaan Sehari-hari ke Sistem Cerdas, Saat Pengelolaan Sampah Mulai Berubah

Di banyak rumah, sampah sering kali hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain—dari dapur ke tempat sampah, lalu ke luar rumah. Sederhana, rutin, dan jarang dipikirkan lebih jauh. Padahal, dari kebiasaan kecil inilah masalah besar lingkungan terus terbentuk, perlahan namun pasti, tanpa benar-benar kita sadari dampaknya dalam jangka panjang.

Kesadaran untuk mengelola sampah sebenarnya sudah mulai tumbuh di masyarakat. Banyak yang ingin memilah, mengurangi, atau bahkan mengolah sampah sendiri. Namun, keinginan ini sering terhambat oleh keterbatasan alat, sistem, dan pengetahuan yang memadai. Pengelolaan sampah rumah tangga akhirnya kembali menjadi aktivitas yang berjalan seadanya, tanpa arah yang jelas. Di sinilah pentingnya menghadirkan solusi yang tidak hanya praktis, tetapi juga terintegrasi dan mudah diadopsi oleh masyarakat.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen BINUS University melalui program Hibah DPPM Ditjen Kemdiktisaintek 2025 skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat menghadirkan inovasi berbasis teknologi bersama POSYANTEK Mitra Sarana Teknologi (MSAT) di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Dipimpin oleh Jullend Gatc, S.T., M.Kom., bersama Dr. Yulius Denny Prabowo, S.T., M.T.I., dan Dendhy Indra Wijaya, S.T., M.T., program ini mengembangkan TARUMA360—sebuah sistem digital yang terintegrasi dengan teknologi Taruma Agni untuk pengolahan sampah domestik skala kecil. Implementasinya mencakup pembangunan tiga unit alat pengolah sampah, pengembangan platform monitoring digital, serta pelatihan bagi komunitas dan Bank Sampah Unit agar sistem ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Perubahan mulai terlihat ketika pengelolaan sampah tidak lagi dianggap sebagai tugas rutin semata, melainkan bagian dari sistem yang lebih terarah. Masyarakat mulai memahami bagaimana sampah bisa dikelola dengan pendekatan teknologi, dipantau, dan dioptimalkan. Kehadiran alat dan platform digital membantu menciptakan kebiasaan baru yang lebih terstruktur, sekaligus membuka peluang untuk pengelolaan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan komunitas dan pemerintah daerah juga memperkuat implementasi di lapangan, menjadikan solusi ini lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kisah ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang didukung oleh sistem yang tepat. Ketika teknologi, pengetahuan, dan kolaborasi bertemu, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Melalui Community Empowerment BINUS, upaya seperti ini diharapkan terus berkembang—mendorong masyarakat untuk bertransformasi dari sekadar membuang, menjadi mengelola, dari kebiasaan menjadi kesadaran, dan dari masalah menjadi solusi bersama.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)