Loading
Loading...
Menu BINUS

Kandang Ayam Berbasis Ekonomi Sirkular, Upaya Dukung Ketahanan Pangan Pulau Sibandang

Di sebuah pulau, setiap ruang dan sumber daya memiliki arti. Bagi masyarakat Pulau Sibandang, kebutuhan akan pangan berjalan beriringan dengan tantangan menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara bijak. Peternakan ayam dapat menjadi salah satu peluang untuk mendukung kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat, tetapi pengelolaannya juga perlu memperhatikan bagaimana limbah, material, serta ruang yang digunakan dapat dikelola agar tetap selaras dengan lingkungan sekitar.

Di sinilah gagasan kandang ayam circular economy di Pulau Sibandang, Sumatera Utara menjadi relevan. Konsep ekonomi sirkular mendorong masyarakat untuk melihat kembali bagaimana suatu sumber daya digunakan, dimanfaatkan kembali, dan menghasilkan nilai baru. Dalam konteks peternakan, perancangan kandang yang tepat dapat membantu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih teratur sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sumber daya, termasuk pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Pendekatan seperti ini penting karena kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan perlu berjalan beriringan.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui kegiatan BINUS BANGUN DESA bersama Pemerintah Desa Sibandang, Sumatera Utara. Pada 20 Juni 2026, dosen BINUS University Dr. Ar. Yanita Mila Ardiani, S.T., M.T., IAI dari bidang Architecture terlibat dalam perancangan kandang ayam berbasis circular economy di wilayah Sibandang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB ini menggunakan pendekatan perancangan arsitektur untuk menyesuaikan kebutuhan kandang dengan konteks lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan ruang dan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Hasil kegiatan memberikan masyarakat dan pemerintah desa sebuah dasar perancangan yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan kandang ayam di wilayah tersebut. Materi utama, proposal, serta laporan akhir kegiatan telah terdokumentasi sebagai bagian dari proses pendampingan. Lebih jauh, pendekatan yang digunakan membuka perspektif bahwa fasilitas peternakan dapat dirancang dengan mempertimbangkan siklus pemanfaatan sumber daya, kebersihan, kenyamanan, dan kondisi lingkungan. Gagasan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Zero Hunger serta Sustainable Cities and Communities, yang menempatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan komunitas sebagai bagian penting dari pembangunan.

Berikut rancangan dari pembangunan kandang ayam:

 

Rancangan kandang ayam circular economy di Pulau Sibandang Dokumentasi perancangan kandang ayam circular economy

 

Perjalanan menuju desa yang lebih mandiri sering kali dimulai dari solusi yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di Pulau Sibandang, rancangan kandang ayam menjadi salah satu contoh bagaimana pengetahuan arsitektur dapat bertemu dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa membuka ruang bagi lahirnya gagasan yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui Community Empowerment BINUS, semangat BINUS BANGUN DESA diarahkan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan, sehingga setiap pengetahuan yang dibawa ke masyarakat dapat tumbuh menjadi manfaat yang bertahan lebih lama.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)