Bagi banyak perempuan pelaku usaha, mengembangkan bisnis sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti membuat makanan rumahan, menjual produk kerajinan, atau menawarkan jasa kepada pelanggan di sekitar tempat tinggal. Di balik aktivitas tersebut, ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan setiap hari, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga menjaga usaha tetap berjalan. Ketika pesanan mulai bertambah, tantangan baru pun muncul: bagaimana memastikan uang hasil penjualan benar-benar memberikan keuntungan dan membantu usaha berkembang? Pertanyaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan perempuan untuk membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pengelolaan keuangan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM, terutama ketika uang pribadi dan uang usaha masih bercampur. Tanpa pencatatan yang teratur, pelaku usaha dapat kesulitan mengetahui jumlah keuntungan, mengendalikan pengeluaran, serta menentukan modal yang perlu disiapkan untuk kegiatan berikutnya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan usaha untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Karena itu, manajemen keuangan sederhana bagi UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Dengan memahami arus uang masuk dan keluar, perempuan pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih terarah sekaligus membangun kemandirian ekonomi bagi dirinya dan keluarganya.
Upaya memperkuat kemampuan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan UMKM bertema Women Empowerment: Perempuan Berdaya untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi yang dilaksanakan pada 21 April 2026 di Kampus BINUS Alam Sutera, Kota Tangerang. Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 11.20–12.00 WIB ini, Dr. Triana Meinarsih, S.E., M.Si., Akt., CPA., CFRM, CFA, QIA., GRCE, dari bidang Accounting, terlibat dalam upaya memperkenalkan pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih teratur bagi pelaku UMKM Tangerang Raya. Materi manajemen keuangan sederhana menjadi bekal untuk membantu peserta memahami cara mengelola keuangan usaha dengan lebih tertib dan sesuai kebutuhan bisnis mereka. Pendekatan pendampingan ini menempatkan pengetahuan keuangan sebagai keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari.


\
Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengenali kondisi usahanya dengan lebih jelas. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan uang pribadi dari uang usaha, serta perencanaan penggunaan modal merupakan langkah dasar yang dapat membantu pemilik usaha menyusun prioritas dan mengurangi risiko pengeluaran yang tidak terkendali. Bagi perempuan yang menjalankan beberapa tanggung jawab sekaligus, kebiasaan tersebut juga dapat membantu menciptakan batas yang lebih jelas antara kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan bisnis. Kegiatan pendampingan ini menyediakan ruang pembelajaran untuk memperkuat pemahaman tersebut. Meski demikian, data mengenai jumlah peserta, hasil evaluasi, dan perubahan praktik keuangan setelah kegiatan belum tercantum dalam catatan yang tersedia, sehingga dampak langsungnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Kemandirian ekonomi tumbuh melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengelola keuangan usahanya, mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk merencanakan perkembangan bisnis dan menghadapi perubahan kebutuhan. Kolaborasi antara akademisi dan komunitas UMKM dapat membantu mendekatkan pengetahuan praktis dengan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Community Empowerment BINUS, kegiatan pendampingan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Ke depannya, penguatan keterampilan keuangan yang disertai penerapan langsung dan pendampingan lanjutan diharapkan dapat membantu perempuan pelaku UMKM Tangerang Raya mengembangkan usaha yang lebih tertata, tangguh, dan mampu mendukung kesejahteraan keluarga.

