Bagi banyak perempuan yang menjalankan UMKM, membangun usaha sering kali dimulai dari hal sederhana: keterampilan yang dimiliki, produk yang dibuat sendiri, atau keberanian mencoba peluang baru. Namun, ketika usaha mulai berkembang, muncul tantangan lain yang tidak kalah penting—bagaimana membuat orang mengenal dan percaya pada sosok di balik produk tersebut. Di tengah persaingan yang semakin ramai, perempuan pelaku UMKM perlu memiliki ruang untuk mengenalkan dirinya, ceritanya, sekaligus nilai yang dibawa melalui usaha yang mereka bangun.
Di sinilah personal branding menjadi semakin relevan. Bagi pelaku UMKM, personal branding bukan sekadar soal tampil menarik di media sosial atau membuat konten yang terlihat profesional. Lebih jauh, personal branding membantu seseorang menunjukkan karakter, keahlian, pengalaman, dan nilai yang membuat dirinya memiliki identitas di tengah banyaknya pilihan. Bagi perempuan yang sedang membangun kemandirian ekonomi, kemampuan mengenali dan mengomunikasikan kekuatan diri dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pelanggan sekaligus membuka peluang yang lebih luas.


Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pendampingan UMKM bertema “Women Empowerment: Perempuan Berdaya untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi” yang melibatkan Dr. Meilani Dhamayanti, S. Sos., M.Si. dari bidang Communication BINUS. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 April 2026 di Kampus BINUS Alam Sutera, Kota Tangerang, dengan memanfaatkan beberapa ruang pembelajaran untuk mendukung proses pendampingan. Melalui pendekatan komunikasi yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, pembahasan personal branding diarahkan untuk membantu peserta memahami bagaimana identitas diri dapat dibangun dan dikomunikasikan secara lebih jelas sebagai bagian dari perjalanan mengembangkan UMKM.
Pendampingan tersebut memberikan ruang bagi isu personal branding untuk ditempatkan dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan pelaku usaha. Materi dan proses pendampingan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas peserta dalam memahami dirinya sebagai bagian dari identitas usaha yang dibangun. Kegiatan ini juga didukung oleh proposal, materi utama, dan laporan akhir yang terdokumentasi, dengan status kegiatan yang telah disetujui. Dengan demikian, proses pendampingan memiliki pijakan yang jelas untuk mendukung penguatan kapasitas perempuan pelaku UMKM, terutama dalam melihat komunikasi diri sebagai salah satu aset dalam membangun usaha.

Pada akhirnya, kemandirian ekonomi tumbuh dari banyak hal: keberanian mengambil kesempatan, kemampuan mengembangkan usaha, dan keyakinan untuk menunjukkan nilai yang dimiliki. Ketika akademisi hadir untuk berbagi pengetahuan bersama komunitas, pengetahuan tersebut menemukan maknanya melalui kebutuhan dan pengalaman masyarakat. Pendampingan personal branding menjadi salah satu langkah kecil dalam perjalanan tersebut—membantu perempuan pelaku UMKM mengenali kekuatan dirinya dan mengubahnya menjadi cerita yang dapat dikenal lebih luas. Bagi Community Empowerment BINUS, kolaborasi semacam ini menjadi pengingat bahwa kontribusi sosial yang berkelanjutan dibangun melalui proses yang dekat dengan masyarakat, relevan dengan kebutuhannya, dan terus membuka ruang bagi lebih banyak orang untuk tumbuh.

