Loading
Loading...
Menu BINUS

Menghidupkan Kampung Tomang lewat Lampu Tenaga Surya dan Mural Budaya Betawi

Di tengah padatnya permukiman Jakarta, gang-gang sempit menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga. Jalan yang menghubungkan rumah, warung, dan ruang berkumpul masyarakat perlu tetap nyaman dilalui, terutama ketika malam tiba. Namun, keterbatasan penerangan dapat membuat aktivitas setelah gelap terasa kurang leluasa. Di RW 016, Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, dinding-dinding rumah dan gang yang sebelumnya tampak biasa menyimpan peluang untuk ditata kembali agar lingkungan terasa lebih hidup, sekaligus mencerminkan identitas masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Kondisi permukiman padat menghadirkan tantangan yang saling berkaitan, mulai dari keterbatasan ruang publik, kebutuhan penerangan, hingga upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan kota. Bagi warga, lingkungan yang nyaman membutuhkan pencahayaan yang memadai, ruang yang tertata, dan kesadaran bersama untuk merawatnya. Karena itu, revitalisasi ruang publik melalui energi terbarukan dan mural edukatif menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Penerangan berbasis tenaga surya dapat mendukung pemanfaatan energi bersih, sedangkan mural dengan pesan lingkungan dan unsur budaya Betawi dapat menghidupkan dinding kampung sebagai media edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui program Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025–2026 dengan skema BINUS Bangun Desa untuk Nusantara (BBD-UN), tim Community Empowerment BINUS mengembangkan upaya revitalisasi ruang publik di RW 016, Kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Program bertajuk Revitalisasi Ruang Publik dan Ketahanan Energi melalui Panel Surya dan Edukasi Visual Berbasis Budaya Betawi dalam Mendukung SDG 11 di Kawasan Urban Jakarta ini diketuai oleh Juliastuti, bersama anggota tim Religiana Hendarti, Jimmy Linggarjati, Dyah Gayatri Puspitasari, dan Rida Zuraida. Tim menggabungkan pendekatan teknologi dan desain dengan kebutuhan lingkungan setempat. Dinding sepanjang 16,5 meter dengan tinggi 2,5 meter dirancang menjadi mural edukatif, sementara sistem penerangan tenaga surya direncanakan dan diuji sebelum dipasang. Pelaksanaannya turut melibatkan mahasiswa, warga RW 016, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), sehingga proses penataan lingkungan berjalan melalui kerja sama berbagai pihak.

Hasil kegiatan terlihat dari hadirnya mural edukatif dan pemasangan sistem lampu jalan bertenaga surya yang dirancang untuk mendukung penerangan lingkungan. Sistem tersebut menggunakan satu panel surya berkapasitas 550 Wp, baterai 100 Ah, inverter 1.500 W, dan dua lampu AC masing-masing 100 watt. Berdasarkan pengujian yang dicatat dalam laporan akhir, setelah memperoleh rata-rata lima jam paparan sinar matahari langsung, sistem mampu menyediakan penerangan malam selama sekitar delapan jam. Mural juga menghadirkan ruang untuk menyampaikan pesan kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat representasi budaya Betawi di tengah permukiman perkotaan. Dalam pelaksanaannya, warga dan PPSU ikut membantu pemasangan sistem, sementara pemantauan kondisi lampu dilakukan setiap hari oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Meski demikian, keberlanjutan fasilitas tetap memerlukan perawatan dan pengelolaan yang konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Perubahan lingkungan berawal dari langkah-langkah yang dekat dengan keseharian warga: gang yang lebih terang, dinding yang menyampaikan pesan positif, dan fasilitas yang dirawat bersama. Pengalaman di Tomang memperlihatkan bagaimana teknologi energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal ketika masyarakat dilibatkan dalam prosesnya. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, warga, dan pemangku kepentingan setempat menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap fasilitas publik. Melalui Community Empowerment BINUS, upaya pengabdian seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lingkungan perkotaan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan, dengan warga sebagai bagian utama dari perubahan tersebut.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)