Di tengah kesibukan bekerja, mengurus keluarga, dan menghadapi berbagai persoalan hidup, seseorang terkadang menjalankan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian. Padahal, shalat memiliki makna yang lebih dalam sebagai ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan menguatkan diri dalam menghadapi kehidupan. Karena itu, meluangkan waktu untuk kembali memahami makna ibadah menjadi penting agar shalat dapat dijalani dengan kesadaran dan kekhusyukan yang lebih baik.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali merenungkan kedudukan shalat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa ini mengingatkan umat Islam pada pentingnya shalat sebagai bagian mendasar dari kehidupan beragama. Melalui kegiatan rohani Islam Isra Mi’raj, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus merefleksikan bagaimana nilai ibadah dapat diterapkan di tengah kesibukan, tanggung jawab keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.

Upaya memperkuat pemahaman tersebut hadir melalui kegiatan penyuluhan bertema “Menghayati Ruh Perjalanan Isra Mi’raj untuk Meningkatkan Kualitas Shalat” yang dilaksanakan pada 30 Januari 2026, pukul 21.00–23.00 WIB, di Perumahan Taman Royal 1, Jalan Mahoni 1, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten. Dosen BINUS University, Didiet Gharnaditya, S.E., M.M., terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersama komunitas UMKM Tangerang Raya. Melalui penyuluhan dan refleksi keagamaan, peserta diajak memahami pesan spiritual Isra Mi’raj serta menghubungkannya dengan pelaksanaan shalat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman tentang makna shalat dan pentingnya menjaga kualitas ibadah. Materi utama dan laporan akhir kegiatan juga menjadi bagian dari dokumentasi proses penyuluhan. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih memperhatikan kesadaran, kekhusyukan, dan pemaknaan ketika menjalankan ibadah. Untuk mengetahui perubahan yang dirasakan secara lebih terukur, diperlukan data tambahan mengenai jumlah peserta, tanggapan mereka, atau hasil evaluasi setelah kegiatan. Dengan demikian, manfaat penyuluhan dapat dipahami melalui pengalaman masyarakat sekaligus perkembangan penerapan nilai yang dipelajari.

Penguatan nilai spiritual merupakan salah satu bagian dari kehidupan masyarakat yang dapat tumbuh melalui ruang belajar dan refleksi bersama. Ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman agama dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari, nilai yang dipelajari berpeluang menjadi bagian dari kebiasaan hidup. Melalui Community Empowerment BINUS, kolaborasi antara akademisi dan komunitas diharapkan terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, makna sebuah kegiatan dapat berlanjut ketika refleksi yang dimulai bersama mendorong setiap individu untuk membawa nilai kebaikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

