Loading
Loading...
Menu BINUS

Di Balik Koperasi yang Bertahan, Ada Warga yang Saling Menguatkan

Di banyak desa dan kelurahan, koperasi sering menjadi tempat pertama warga mencari jalan keluar ketika kebutuhan hidup semakin menekan. Ada yang memulai dari simpan pinjam sederhana, ada pula yang tumbuh dari semangat gotong royong agar usaha kecil tetap berjalan. Namun di balik perannya yang dekat dengan masyarakat, tidak sedikit pengurus koperasi yang harus menghadapi tantangan besar, mulai dari pengelolaan administrasi yang rumit hingga tuntutan untuk terus relevan di tengah perubahan kebutuhan warga. Di titik inilah, ruang belajar dan pendampingan menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Persoalan tata kelola koperasi bukan hanya soal administrasi organisasi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Ketika koperasi berjalan kurang optimal, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga yang menggantungkan akses modal, distribusi usaha, hingga dukungan ekonomi sehari-hari. Karena itu, pendampingan koperasi desa dan kelurahan menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas pengurus agar mampu membangun koperasi yang lebih adaptif, transparan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Melihat kondisi tersebut, Community Empowerment BINUS University menghadirkan “Program Strategis Pendampingan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih)” dalam rangka memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 di BINUS Kampus Bekasi ini mempertemukan para pengurus koperasi dengan dosen-dosen BINUS University melalui seminar dan diskusi interaktif yang membahas pengelolaan koperasi berkelanjutan. Alih-alih sekadar memberikan materi satu arah, para peserta diajak berbagi pengalaman nyata dari lapangan, mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, hingga mencari solusi bersama yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat desa dan kelurahan.

Dari proses pendampingan tersebut, para pengurus koperasi tidak hanya membawa pulang tambahan pengetahuan, tetapi juga rasa percaya diri baru untuk mengembangkan organisasinya. Ruang diskusi yang terbuka membuat peserta dapat belajar dari pengalaman koperasi lain, membangun jejaring, dan memahami strategi pengelolaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan warga. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk berdialog langsung dengan akademisi sekaligus sesama penggerak koperasi yang memiliki tantangan serupa. Pendampingan seperti ini membuka peluang agar koperasi dapat berkembang lebih kuat sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Pada akhirnya, perubahan sosial tidak selalu lahir dari program besar yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Kadang, perubahan justru tumbuh dari ruang-ruang diskusi sederhana yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat. Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama komunitas, Community Empowerment BINUS University berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)