Loading
Loading...
Menu BINUS

Memahami Anak Binaan LPKA Tangerang Melalui Observasi dan Wawancara

Setiap anak memiliki cerita, pengalaman, dan tantangan yang membentuk cara mereka melihat dunia. Bagi anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), pengalaman hidup yang mereka lalui dapat memengaruhi cara mereka memahami diri sendiri, membangun hubungan dengan orang lain, dan mempersiapkan masa depan. Di tengah proses tersebut, mereka membutuhkan ruang untuk didengarkan dan dipahami agar dapat mengenali potensi diri serta menemukan arah baru dalam kehidupan.

Memahami kondisi psikologis anak binaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap anak memiliki kebutuhan emosional, pola perilaku, dan latar belakang yang berbeda sehingga pendekatan yang diberikan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing. Pemetaan psikologis anak binaan LPKA dapat membantu memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan karakteristik anak, sehingga pendampingan dapat diarahkan secara lebih tepat. Pemahaman ini juga menjadi langkah penting untuk mendukung kesejahteraan anak, perkembangan diri, dan kesiapan mereka dalam kembali berinteraksi dengan masyarakat.

Upaya memahami kebutuhan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pemetaan Psikologis Anak Binaan LPKA di LPKA Tangerang, Kota Tangerang, pada 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00–17.00 WIB ini melibatkan dosen BINUS University, Pratiwi Hozeng, S.Psi., M.Psi., Psikolog, melalui kegiatan komunitas jurusan Psikologi. Observasi dan wawancara menjadi pendekatan yang digunakan untuk memperoleh pemahaman mengenai kondisi anak binaan berdasarkan pengamatan dan interaksi langsung. Melalui proses tersebut, tim berupaya melihat anak secara lebih menyeluruh, termasuk bagaimana mereka menunjukkan perilaku, menyampaikan pengalaman, dan merespons lingkungan di sekitarnya. Pendekatan ini membantu membuka ruang pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan anak selama menjalani masa pembinaan.

Hasil yang diharapkan dari pemetaan ini adalah tersedianya gambaran mengenai kondisi psikologis dan kebutuhan anak binaan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pendampingan. Informasi yang diperoleh melalui observasi dan wawancara berpotensi membantu pihak terkait memahami karakteristik anak secara lebih individual, sehingga pendekatan pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Namun, dampak spesifik, jumlah anak yang terlibat, serta hasil pemetaan secara terperinci belum tercantum dalam informasi kegiatan yang tersedia. Karena itu, hasil kegiatan perlu dipahami sesuai dengan data yang telah didokumentasikan, dengan tetap mengutamakan privasi, martabat, dan kepentingan terbaik bagi setiap anak.

Proses pembinaan yang bermakna berawal dari kesediaan untuk memahami setiap anak sebagai individu yang masih memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Kolaborasi antara akademisi, tenaga profesional, dan pihak LPKA dapat membantu membangun pendekatan pendampingan yang lebih peka terhadap kebutuhan anak. Melalui Community Empowerment BINUS, keterlibatan keilmuan dalam kegiatan sosial diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya lingkungan pembinaan yang lebih suportif dan berkelanjutan. Sebab, ketika anak mendapatkan kesempatan untuk dipahami, didampingi, dan mengembangkan potensinya, terbuka pula peluang bagi mereka untuk menata masa depan dengan lebih baik.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)