Bagi pelaku UMKM, terutama perempuan yang menjalankan usaha sambil mengurus berbagai tanggung jawab sehari-hari, mengembangkan bisnis sering kali dimulai dari hal sederhana: bagaimana membuat produk dikenal lebih banyak orang. Ketika kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan berbelanja semakin bergeser ke ruang digital, tantangannya pun ikut berubah. Pelaku usaha perlu memahami cara memperkenalkan produknya melalui konten yang menarik, relevan, dan mampu menjangkau calon pelanggan. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari perjalanan UMKM untuk terus bertahan dan berkembang.
Transformasi digital membuka banyak peluang, tetapi tidak semua pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya. Bagi sebagian perempuan pelaku usaha di Tangerang Raya, memahami strategi konten digital hingga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) masih membutuhkan pendampingan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pendampingan UMKM perempuan menjadi penting untuk membantu pelaku usaha membangun kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi, memperkenalkan produknya dengan cara yang lebih kreatif, sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas. Penguatan kapasitas tersebut juga berkaitan dengan upaya menciptakan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Melihat kebutuhan tersebut, dosen BINUS University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M, CLPM, mendampingi UMKM perempuan binaan Bina Nusantara dalam kegiatan bertema “Pendampingan UMKM Semasa Tangerang Raya Transformasi Digital dan Konten AI bagi UMKM.” Kegiatan yang merupakan bagian dari BINUS Bangun Desa ini dilaksanakan pada 22 April 2026 pukul 09.00–15.00 WIB di BINUS Alam Sutera, Tangerang, dengan melibatkan komunitas PT UMKM Tangerang Raya. Pendampingan diarahkan pada pemahaman transformasi digital dan pemanfaatan konten berbasis AI, sehingga teknologi dapat dipandang sebagai alat yang dekat dan dapat digunakan untuk kebutuhan nyata usaha. Pendekatan semacam ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar secara kontekstual, sesuai dengan tantangan komunikasi dan pemasaran yang mereka hadapi.
Dampak dari pendampingan UMKM dapat dimulai dari meningkatnya pemahaman dan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan ekosistem bisnis digital. Materi utama dan laporan akhir kegiatan menjadi bagian dari dokumentasi proses pendampingan, sementara fokus pada transformasi digital dan konten AI memberikan bekal yang dapat dikembangkan kembali dalam aktivitas usaha sehari-hari. Lebih jauh, penguatan kapasitas perempuan pelaku UMKM membuka peluang bagi mereka untuk semakin mandiri dalam mengelola komunikasi bisnis, memperkenalkan produk, dan merespons perubahan perilaku konsumen. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat terus berkembang ketika pengetahuan yang diperoleh diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.

Pada akhirnya, perjalanan UMKM menuju ruang digital bukan semata tentang mengikuti perkembangan teknologi. Di balik setiap produk yang dipasarkan, ada orang yang sedang membangun penghidupan, menjaga keberlangsungan usaha, dan mencari kesempatan untuk tumbuh. Kolaborasi antara akademisi dan komunitas menjadi berarti ketika pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi kemampuan yang terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Community Empowerment, BINUS University terus mendorong kolaborasi semacam ini agar kontribusi perguruan tinggi hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang berkelanjutan.

