Loading
Loading...
Menu BINUS

Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Kreatif: Praktik Pembuatan Cokelat Coffee Mango di Pulau Sibandang

Pulau Sibandang di Sumatera Utara menyimpan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakatnya. Kekayaan bahan pangan dan cita rasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuka ruang bagi warga untuk menciptakan produk yang memiliki nilai tambah. Dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat, bahan-bahan lokal dapat diolah menjadi produk yang menarik, memiliki ciri khas, serta berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan potensi lokal menjadi produk kreatif memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Keterampilan mengolah bahan pangan dapat menjadi bekal bagi warga untuk melihat peluang usaha dari lingkungan sekitar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui praktik pembuatan cokelat coffee mango, yang memadukan kreativitas dalam pengolahan produk dengan potensi pengembangan usaha berbasis pangan. Inisiatif seperti ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi ide baru, meningkatkan keterampilan, dan mulai mengenali nilai ekonomi dari produk yang dapat dikembangkan secara mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Praktik Pembuatan Cokelat Coffee Mango dalam Proyek Inisiatif Pulau Sibandang, yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026 di Pulau Sibandang, Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara dosen BINUS University, Trias Septyoari Putranto, SST.Par., M.M., CHE, dengan Pemerintah Desa Sibandang sebagai bagian dari inisiatif pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan praktik langsung, kegiatan ini mengangkat proses pembuatan produk sebagai ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal teknik pengolahan dan mengembangkan kreativitas. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan secara lebih aplikatif, sekaligus membuka wawasan mengenai potensi pengembangan produk pangan yang memiliki daya tarik tersendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari kegiatan praktik seperti ini, masyarakat memiliki ruang untuk mengenal proses pengolahan produk secara langsung dan memahami bagaimana kreativitas dapat diterapkan dalam menghasilkan olahan pangan. Pembuatan cokelat coffee mango menjadi salah satu bentuk eksplorasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan peluang di lingkungan setempat. Meski demikian, jumlah peserta, hasil produksi, serta perkembangan keterampilan setelah kegiatan belum tercantum dalam data yang tersedia. Karena itu, dampak jangka panjang terhadap pendapatan atau terbentuknya usaha baru masih perlu ditelusuri. Ke depan, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan variasi produk, memperbaiki kualitas pengolahan, dan mempelajari strategi pemasaran apabila didukung dengan pendampingan lanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

Pengembangan potensi Pulau Sibandang membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa dapat menjadi langkah awal untuk mempertemukan pengetahuan, keterampilan, serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Melalui Community Empowerment BINUS, kegiatan pengabdian seperti praktik pembuatan cokelat coffee mango diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terus bereksperimen, mengembangkan produk lokal, dan mengenali peluang ekonomi di sekitarnya. Ketika keterampilan baru mendapat kesempatan untuk dipraktikkan dan dikembangkan secara konsisten, potensi lokal memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)