Loading
Loading...
Menu BINUS

Teknologi Tepat Guna Membantu Perajin Ratu Eceng Mengembangkan Produksi

Di balik tas, topi, dan kerajinan dekoratif berbahan eceng gondok, ada pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan tangan. Bagi perajin Ratu Eceng, menjaga mutu produk menjadi bagian penting dari kegiatan usaha sehari-hari. Ketika kebutuhan produksi berkembang, proses pengerjaan juga menuntut dukungan alat yang sesuai. Ketersediaan peralatan dan pemahaman tentang cara menggunakannya menjadi hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan produksi dapat berjalan lebih terarah.

Bagi UMKM kerajinan, keterbatasan peralatan dapat memengaruhi proses pengerjaan dan kemampuan memenuhi kebutuhan produksi. Mesin yang sesuai kebutuhan dapat membantu pekerjaan tertentu, tetapi manfaatnya bergantung pada keterampilan pengguna dan perawatan yang konsisten. Karena itu, peningkatan kualitas produksi UMKM kerajinan eceng gondok perlu mencakup dukungan teknologi dan penguatan kemampuan teknis perajin. Pendampingan yang sesuai dapat membantu pelaku usaha mengenali fungsi alat, menggunakannya dengan tepat, dan menjaga keberlangsungan proses produksi.

Pada 2024, BINUS ASO School of Engineering menjalankan program Peningkatan Kualitas Produksi Produk Kriya Berbahan Eceng Gondok UKM Ratu Eceng melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (HIP). Tim dipimpin Ir. Yosica Mariana, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., bersama Fergyanto E. Gunawan, Sofyan, dan Pantri Heriyati, serta melibatkan dua mahasiswa. Kegiatan berlangsung pada Mei–Oktober 2024 bersama CV Sahabat Alam di Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Tangerang. Tim melakukan identifikasi kebutuhan mitra, menyediakan mesin jahit dan mesin ketam, serta memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan untuk mendukung kegiatan produksi.

Laporan mencatat penyerahan dua jenis peralatan produksi, pendampingan teknis, dan pelatihan sebagai hasil utama kegiatan. Luaran juga mencakup laporan pendampingan dan pelatihan serta dokumentasi kegiatan. Dukungan tersebut memberi mitra sarana dan pengetahuan untuk mengembangkan proses kerja. Namun, laporan belum memberikan angka terukur tentang peningkatan volume produksi, pengurangan waktu pengerjaan, atau perubahan omzet. Oleh karena itu, dampak produktivitas dalam jangka panjang masih perlu dievaluasi melalui penggunaan alat secara rutin dan pemantauan proses produksi.

Pengalaman Ratu Eceng menunjukkan bahwa teknologi dapat memberi manfaat ketika sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha dan disertai keterampilan untuk menggunakannya. Kolaborasi antara akademisi dan UMKM membantu menghubungkan pengetahuan teknis dengan tantangan yang dihadapi perajin. Agar manfaatnya bertahan, peralatan perlu dirawat dan keterampilan pengguna perlu terus diperkuat. Melalui Community Empowerment BINUS, pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung usaha kerajinan lokal dalam menjaga kualitas produk dan mengembangkan potensi ekonomi berbasis bahan alam.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)