Bagi sebagian ibu rumah tangga, membuat kerajinan tangan menjadi cara untuk mengisi waktu luang sekaligus membantu menambah pendapatan keluarga. Dari keterampilan merajut, menganyam, dan mengolah berbagai bahan, lahirlah produk yang memiliki nilai guna dan daya tarik tersendiri. Hal inilah yang dijalani komunitas Umilamicollect, sebuah UMKM kerajinan tangan yang tumbuh sejak 2018 di Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di balik setiap produk yang dibuat dengan telaten, ada harapan agar keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri.


Seiring berkembangnya teknologi, kualitas produk perlu didukung dengan cara pemasaran yang mampu menjangkau lebih banyak calon pembeli. Bagi pelaku UMKM kerajinan tangan, keterbatasan pengetahuan digital, promosi yang belum rutin, serta akses pasar yang terbatas dapat menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha. Umilamicollect menghadapi kebutuhan serupa ketika kegiatan pemasaran masih dilakukan secara sederhana. Padahal, pemanfaatan digital marketing UMKM dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, dan membuka peluang penjualan melalui platform digital.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui skema Flexible Grant 2023 menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pendampingan Komunitas Craft. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Iwan Supriyadi, S.T., M.Si., bersama tim mahasiswa yang mendampingi komunitas Umilamicollect di Kelurahan Panunggangan, Kota Tangerang. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 4 dan 8 Agustus 2023, diawali dengan survei untuk memahami kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik pemasaran digital. Peserta mendapat pendampingan dalam menggunakan Instagram, TikTok, WhatsApp, Canva, serta marketplace Shopee untuk membuat konten, mengenalkan produk, dan menyusun strategi promosi yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Pendampingan ini melibatkan lima peserta dan menggabungkan penjelasan materi dengan praktik langsung. Peserta belajar memanfaatkan fitur Instagram, membuat konten produk, merancang materi promosi melalui Canva, serta menyiapkan akun media sosial dan Shopee sesuai kebutuhan usaha masing-masing. Salah satu contoh praktiknya adalah pembuatan akun Instagram untuk produk kerajinan milik Ibu Salamah serta pendampingan akun Instagram dan Shopee untuk usaha Bumbu Nasi Kebuli Tanjaya. Antusiasme peserta membuat sesi pelatihan utama berlangsung lebih lama dari rencana. Meski demikian, laporan akhir belum mencantumkan angka perubahan penjualan atau pertumbuhan pelanggan setelah kegiatan. Hasil yang terdokumentasi berfokus pada proses pendampingan dan penerapan awal keterampilan pemasaran digital yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para peserta.
Bagi komunitas usaha seperti Umilamicollect, kemampuan memasarkan produk secara digital merupakan salah satu bekal untuk memperluas kesempatan berkembang. Keberlanjutan manfaatnya akan bergantung pada konsistensi peserta dalam membuat konten, memperbarui informasi produk, berinteraksi dengan calon pembeli, dan mengevaluasi strategi promosi mereka. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas membantu mendekatkan pengetahuan praktis dengan kebutuhan pelaku usaha sehari-hari. Melalui semangat Community Empowerment BINUS, pendampingan seperti ini diharapkan dapat mendukung UMKM agar semakin percaya diri memanfaatkan teknologi, mempertahankan usaha, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi keluarga serta komunitasnya.

