Loading
Loading...
Menu BINUS

Beralih ke Eco Batik, Membuka Peluang Baru bagi UMKM Batik Pekalongan

Di balik kain batik yang dikenal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Pekalongan, ada proses panjang yang membutuhkan air, bahan pewarna, energi, dan ketelitian. Bagi pelaku usaha batik skala kecil, menjaga kualitas produksi sekaligus memperhatikan dampak lingkungan menjadi tantangan tersendiri. Ketika kebutuhan untuk menjaga lingkungan semakin besar, muncul harapan agar usaha batik tetap dapat tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan di sekitarnya.

Persoalan tersebut membuat eco batik semakin relevan bagi UMKM batik di Pekalongan. Peralihan menuju proses produksi yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi langkah untuk mengurangi dampak kegiatan produksi sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk melihat batik dari sudut pandang baru. Bagi UMKM, perubahan cara produksi juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai produk dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Melihat kebutuhan tersebut, dosen BINUS, Prof. Dr. Dra. Ngatindriatun, M.P., terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Beralih ke Eco Batik, Peluang Baru bagi UMKM Batik” di Pekalongan pada 2 Juli 2026. Kegiatan yang didukung melalui hibah internal BINUS ini diarahkan untuk memperkenalkan pemahaman mengenai keberlanjutan dalam usaha batik, dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi UMKM. Kehadiran akademisi menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan dengan pengalaman pelaku usaha, sehingga gagasan tentang produksi batik yang lebih berkelanjutan dapat dipahami sebagai peluang yang dapat dikembangkan dalam kehidupan usaha sehari-hari.

Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman mengenai eco batik, tetapi juga pada tumbuhnya cara pandang baru terhadap keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM dapat mulai melihat bahwa perhatian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kualitas dan daya saing produk batik. Dengan impact proxy score 8, kegiatan ini menunjukkan potensi kontribusi sosial yang kuat dalam mendorong kapasitas masyarakat. Lebih jauh, pendekatan eco batik dapat menjadi pintu bagi UMKM untuk mengeksplorasi peluang produk yang memiliki nilai tambah dan semakin sesuai dengan kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan.

Perubahan menuju usaha yang lebih berkelanjutan membutuhkan proses yang bertahap dan keterlibatan banyak pihak. Di Pekalongan, pertemuan antara pengalaman masyarakat dan pengetahuan akademisi menjadi salah satu langkah untuk membuka kemungkinan tersebut. Ketika keberlanjutan mulai dipandang sebagai bagian dari masa depan usaha, eco batik memiliki peluang untuk tumbuh sebagai pilihan yang menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.

OUR TEAMS ARE HERE TO HELP
Siap berkolaborasi? Hubungi kami untuk konsultasi dan kolaborasi lebih lanjut.
CE Admin
cda@binus.edu
+62 812-9594-2902 / +62 812-9594-2904 (WA Only)